Persediaan Minyak AS Turun, WTI Menguat 0,1%

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari menguat 0,1% atau 0,06 poin kelevel US$59,90 per barel per pukul 8.14 WIB di New York Mercantile Exchange setelah ditutup naik 0,3% di US$59,84.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Desember 2017  |  09:03 WIB
Persediaan Minyak AS Turun, WTI Menguat 0,1%
Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah bergerak menguat mendekati level US$60 per barel di tengah penurunan persediaan minyak mentah AS dan pelaku pasar memantau pemulihan pipa minyak di Libya.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari menguat 0,1% atau 0,06 poin kelevel US$59,90 per barel per pukul 8.14  WIB di New York Mercantile Exchange setelah ditutup naik 0,3% di US$59,84.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari ditutup menguat 0,28 poin atau 0,42% ke level US$,72 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

Berdasarkan data US Energy Information Administration, jumlah minyak mentah yang disimpan turun untuk minggu keenam berturut-turut sebesar 4,61 juta barel, lebih besar dari rata-rata estimasi sebesar 3,75 juta dalam survei analis Bloomberg.

Sementara itu, kerusakan akibat ledakan di pipa yang memasok terminal ekspor terbesar Libya, yang sempat mendorong WTI di atas US$60 per barel pada hari Selasa, dikatakan membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk perbaikan.

Jaringan pipa Forties di Inggris, salah satu yang jaringan terpenting di dunia, juga akan kembali beroperasi dari penutupan yang tak terduga.

"Harga cukup rentan terhadap lonjakan pasokan. Harga melonjak pada berita tersebut  lebih dari tanggapan mengenai keseluruhan persediaan,” ungkap Brian Kessens, manajer portofolio di Tortoise Capital Advisers LLC, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top