Pergerakan Surat Utang Cenderung Terbatas

Meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta pergerakan imbal hasil surat utang regional yang mengalami penurunan mendorong terjadinya penurunan imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan Kamis (28/12/2017).
Emanuel B. Caesario | 29 Desember 2017 09:59 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta pergerakan imbal hasil surat utang regional yang mengalami penurunan mendorong terjadinya penurunan imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan Kamis (28/12/2017).

Analis obligasi MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan bahwa volume perdagangan yang meningkat pada perdagangan kemarin mendorong imbal hasil mengalami penurunan serta mata uang regional yang mengalami penguatan juga menjadi katalis positif di tengah melemahnya dolar AS.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar 1-8 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) turun berkisar 1-5 bps dengan harga naik sebesar 3 bps.

Adapun secara teknikal, harga SUN beberapa seri masih terlihat mengalami tren kenaikan tapi masih berada di area jenuh beli. Hal ini membuka peluang adanya aksi ambil untung oleh investor.

"Pada perdagangan hari ini, kami perkirakan harga SUN akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan mengalami penurunan didorong oleh minimnya katalis positif untuk penguatan nilai tukar rupiah serta imbal hasil surat utang global yang mengalami kenaikan," ungkapnya dalam riset harian, Jumat (29/12/2017).

Sejumlah seri obligasi yang direkomendasikan Made hari ini yakni seri FR0069, FR0053, FR0061, FR0071, FR0073, FR0058, FR0068, dan FR0072.

Kemarin, volume perdagangan SUN senilai Rp12,19 triliun dari 35 seri, nilai seri acuan sebesar Rp3,19 triliun. Volume PBS senilai Rp208,8 miliar dari 3 seri. Sementara itu volume Corporate Bond senilai Rp2,13 triliun dari 62 seri.

Tag : Obligasi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top