Ditutup Jokowi, IHSG Akhiri Perdagangan 2017 dengan Rekor Baru

Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di tahun 2017 hari ini, Jumat (29/12/2017), dengan catatan rekor baru.
Aprianto Cahyo Nugroho | 29 Desember 2017 16:32 WIB
Penutupan pasar di Bursa Efek Indonesia oleh Presiden Joko Widodo. - Hery Triyanto

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di tahun 2017 hari ini, Jumat (29/12/2017), dengan catatan rekor baru.

IHSG ditutup menguat 0,66% atau 41,61 poin di level 6.355,65, mencatat rekor tertingginya sepanjang masa setelah dibuka menguat 0,18% di level 6.325,62.

IHSG melanjutkan reli penguatan di hari kelima setelah pada perdagangan Kamis (28/12) IHSG ditutup menguat 0,59% ke level 6.314,05. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks bergerak pada kisaran 6.321,09 – 6.368,32.

Dari 569 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 221saham menguat, 154 saham melemah, dan 194 saham stagnan.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor aneka industri yang menguat 2,77 dan disusul sektor infrastruktur dengan penguatan 1,31%.

Sementara itu, sektor tambang dan perdagangan menahan penguatan indeks lebih lanjut setelah melemah masing-masing 0,53% dan 0,49%.

Sejak perdagangan awal tahun 2017, IHSG tercatat telah menguat hingga 19,99% dari level 5.296,71.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia resmi ditutup oleh Presiden Joko Widodo. Didampingi Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonominan Darmin Nasution, dan Ketua OJK wimboh Santoso, Presiden Jokowi menekantombol penutupan perdagangan BEI di 2017.

Dalam pidatonya setelah penutupan perdagangan, Presiden Jokowi mengungkapkan apresiasi dan penghargaaannya terhadap kinerja BEI dan IHSG yang melampaui perkiraaan.

"Telah kita tutup IHSG dengan angka 6355,65. Ini angka di luar perkiraan. Dulu ada yang bilang 6.000 sudah seneng. Sekarang kalau 6.355 bagaimana? Kerja keras BEI perlu kita apresiasi dan syukuri. Kalau kita.lihat 12 bulan terakhir hampir semua risiko awal tahun akan meledak ternyata bisa kita lewati dengan baik semua," ungkap Presiden dalam pidatonya.

Sementara itu, Dirut BEI Tito Sulistio menyampaikan pencapaian-pencapaian BEI dalam 2 tahun terakhir, di antaranya adalah jumlah perusahaan yang melakukan pencatatan saham perdana (IPO) yang mencapai 37 perusahaan.

Jumlah ini adalah yang tertinggi dalam 23 tahun terakhir di BEI dan terbanyak di antara negara-negara Asia Tenggara.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

ASII

+3,11

EMTK

+15,00

UNVR

+1,93

TLKM

+1,14

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BMRI

-1,57

BBCA

-0,80

MABA

-15,00

CAMP

-19,87

 Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top