Rencana IPO Perusahaan Teknologi China Jadi Rebutan

Rencana listing sejumlah perusahaan teknologi China, dengan total nilai kapitalisasi mencapai US$500 miliar tahun depan, tengah menjadi perhatian para bankir di Hong Kong. Hong Kong bersaing dengan New York dalam hal IPO perusahaan teknologi dan perusahaan multinasional besar. Untuk bisa menarik lebih banyak calon perusahaan yang ingin go public, terutama perusahaan teknologi China, Hong Kong mengumumkan akan memasang sistem dua kelas saham.
Newswire | 29 Desember 2017 08:58 WIB
Lei Jun, pendiri dan CEO Xiaomi, saat peluncuran Mi Notes di Beijing. 1 Januari 2015. - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana listing sejumlah perusahaan teknologi China, dengan total nilai kapitalisasi mencapai US$500 miliar tahun depan, tengah menjadi perhatian para bankir di Hong Kong.

Nilai kapitalisasi itu berbanding terbalik dengan kondisi 2017 yang menjadi tahun terburuk Hong Kong dalam satu dekade terakhir. Reuters melansir Jumat (29/12/2017), Xiaomi dan Lufax merupakan beberapa perusahaan teknologi yang sedang mempersiapkan diri untuk melakukan Initial Public Offering (IPO).

Valuasi Xiaomi diproyeksi mencapai US$100 miliar, sedangkan Lufax yang merupakan platform wealth management memiliki valuasi US$18,5 miliar.

"Harapannya adalah nilai kapitalisasi pasar perusahaan teknologi China yang bisa go public dalam beberapa tahun ke depan menembus US$500 miliar," ujar kepala sindikasi ekuitas pasar saham Asia Pasifik Credit Suisse Tucker Highfield.

Data Thomson Reuters menyebutkan Hong Kong membukukan ekuitas pasar modal sebesar US$32,8 miliar pada tahun ini. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak 2008.

Dari angka itu, nilai IPO hanya US$10,9 miliar atau kurang lebih 50% dari capaian 2016. Hal ini menjadikan bursa Hong Kong berada di posisi keempat secara global di bawah New York Stock Exchange, Shanghai Stock Exchange, dan National Stock Exchange di Mumbai, India.

Hong Kong bersaing dengan New York dalam hal IPO perusahaan teknologi dan perusahaan multinasional besar. Untuk bisa menarik lebih banyak calon perusahaan yang ingin go public, terutama perusahaan teknologi China, Hong Kong mengumumkan akan memasang sistem dua kelas saham.

Sistem itu sudah dipraktikkan oleh bursa New York dan menjadi penarik utama bagi perusahaan teknologi.

Salah satu perusahaan yang memilih New York tahun depan adalah Meituan-Dianping, platform online China untuk memesan makanan dan tiket bioskop, yang nilai IPO-nya diperkirakan mencapai US$3 miliar.

Sumber : Reuters

Tag : ipo
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top