Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq Turun Tipis

Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir terkoreksi pada perdagangan Rabu (20/12), tergelincir dari rekor yang dibukukan baru-baru ini justru setelah DPR dan Senat AS menyetujui rancangan undang-undang reformasi pajak.
Renat Sofie Andriani | 21 Desember 2017 05:35 WIB
Bursa saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir terkoreksi pada perdagangan Rabu (20/12), tergelincir dari rekor yang dibukukan baru-baru ini justru setelah DPR dan Senat AS menyetujui rancangan undang-undang reformasi pajak.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,11% atau 28,1 poin di level 24.726,65, indeks S&P 500 melandai 0,08% atau 2,22 poin di 2.679,25, dan indeks Nasdaq Composite ditutup turun tipis 0,04% atau 2,89 poin di level 6.960,96.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS yang didominasi Partai Republik memberikan persetujuan final atas rancangan undang-undang yang akan merupakan perombakan terbesar dalam 30 tahun terhadap pajak AS. Sebelumnya pihak Senat telah memilih untuk mendukung RUU tersebut.

Perubahan yang diajukan mencakup pemotongan tarif pajak perusahaan menjadi 21% dari 35% sejak 1 Januari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan laba perusahaan serta membuka jalan bagi dividen yang lebih tinggi dan pembelian kembali saham.

Indeks S&P 500 telah naik sekitar 4,5% sejak pertengahan November, dipimpin oleh reli di sektor-sektor seperti transportasi dan bank yang diperkirakan akan mendapat keuntungan terbesar dari pajak yang lebih rendah.

Meski demikian, beberapa analis mengatakan bahwa pergerakan pasar telah mencapai jedanya, mengingat saham sudah memperkirakan disetujuinya RUU perombakan pajak tersebut.

“Tidak banyak gerakan naik seperti yang terjadi pekan lalu,” kata John Carey, manajer portofolio di Amundi Pioneer Asset Management di Boston, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (21/12/2017).

“Ketika pelaku pasar mencermati dan mencari tahu perusahaan mana yang akan mendapatkan keuntungan (dari RUU pajak), dan perusahaan mulai berbicara tentangnya sendiri, saya pikir kita akan melihat pergerakan harga saham yang lebih besar,” lanjut Carey.

Empat dari 11 sektor utama pada S&P berakhir lebih tinggi, dipimpin oleh kenaikan sebesar 1,4% pada energi. Saham energi didorong kenaikan harga minyak sekitar 1% yang mendapat dukungan penurunan stok AS yang lebih besar dari perkiraan.

Telekomunikasi mengalami kenaikan 0,6%. Sektor ini dianggap oleh beberapa analis sebagai penerima manfaat terbesar dari pajak yang lebih rendah, saham AT&T pun naik 1,3%.

Sementara itu, indeks Transportasi Dow Jones naik 0,9% ke level penutupan tertingginya, ditopang lonjakan saham FedEx. Saham perusahaan tersebut naik 3,6% bahkan sempat menyentuh level tertingginya, satu hari setelah melaporkan laba kuartalan yang lebih kuat daripada ekspektasi.

Tag : wall street
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top