Wika Gedung (WEGE) Kantongi Kontrak Rp12,7 Triliun

Perusahaan kontraktor gedung, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk., membukukan kontrak yang dihadapi (order book) sebesar Rp12,7 triliun sampai pekan kedua Desember 2017 atau telah mencapai 98,3% dari target kontrak sepanjang tahun sebesar Rp12,92 triliun.
Ana Noviani | 21 Desember 2017 21:07 WIB
Dirut PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) Nariman Prasetyo (kiri) meninjau pembangunan proyek CBD di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/8). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan kontraktor gedung, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk., membukukan kontrak yang dihadapi (order book) sebesar Rp12,7 triliun sampai pekan kedua Desember 2017 atau telah mencapai 98,3% dari target kontrak sepanjang tahun sebesar Rp12,92 triliun.

Kontrak yang dihadapi saat ini terdiri dari kontrak baru Rp7,1 triliun dan kontrak bawaan (carry over) pada 2016 sebesar Rp5,6 triliun.

Kontrak itu antara lain diperoleh dari proyek Office Center Pelindo III Surabaya, Apartemen Arandra Residences Jakarta, Hotel & Resort Pullman Mandalika Lombok, Apartemen Grand Ostello Jatinangor, Rumah Sakit Pelabuhan Palembang.

Proyek lainnya antara lain Tamansari Urbano Bekasi, Transmart Sidoarjo, Trans Studio Cibubur, Jakarta International Equestrian Park Pulomas Jakarta Timur, Gedung Mabes Polri Sisi Barat, Gedung Telkom Manyar, Apartemen Tamansari Iswara di Bekasi,.

Selain itu, Wika Gedung juga mengerjakan proyek stasiun kereta ringan (light rail transit/LRT) Jakarta Koridor 1 Jakarta, Apartemen B Residence, Relokasi Rumah Dinas TNI AU Halim, Transmart Jember dan pembangunan Rumah Susun Sewa Banten, Jabar dan DKI Jakarta.

Di samping itu, Wika Gedung juga akan membangun Masjid Raya Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Cimencrang, Gedebage, Bandung yang merupakan proyek Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Proyek senilai Rp511 miliar ini akan dimulai pembangunannya pada akhir 2017 dengan masa pekerjaan selama 365 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender. Lingkup pekerjaan Wika Gedung di proyek ini meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal dan plumbing.

“Kami optimis dapat mengerjakan proyek ini tepat waktu dan memberikan hasil yang terbaik sesuai dengan harapan costumer,” kata Nariman Prasetyo, Direktur Utama Wika Gedung, dalam keterangan tertulis, Kamis (21/12).

Masjid ini memiliki desain futuristik dan akan dibangun mengapung di atas danau buatan Gedebage. Rangka kubah masjid menggunakan material pipa baja yang dilengkungkan dan bagian penutup atap kubah menggunakan laminated glass sehingga menghemat energi penerangan (eco green).

Bangunan mesjid berbentuk persegi dengan ukuran 99x99 meter yang dapat menampung sekitar 50.000 jamaah. Selain sebagai tempat beribadah, masjid ini juga dilengkapi fasilitas untuk kegiatan dakwah Islam seperti museum, pelatihan, perpustakaan, pertemuan dan seminar.

Sementara itu, dari kinerja perusahaan sepanjang tahun, Wika Gedung memperkirakan dapat membukukan arus kas positif pada akhir 2017. Sampai November 2017, arus kas operasi perusahaan mencapai Rp192 miliar dan diperkirakan mencapai Rp241 miliar per 31 Desember 2017.

Pencapaian arus kas positif tersebut dinyatakan akan didukung oleh penerimaan kas dari para pelanggan yang berupa pencairan piutang serta pembayarang uang muka dari pelanggan.

Tag : bumn, Wika Gedung
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top