Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Terkoreksi Tipis

IHSG pada hari ini, Kamis (21/12/2017) diperkirakan akan terkoreksi tipis dengan rentang pergerakan di kisaran 6058-6128.
Fajar Sidik | 21 Desember 2017 06:49 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - IHSG pada hari ini, Kamis (21/12/2017) diperkirakan akan terkoreksi tipis dengan rentang pergerakan di kisaran 6058-6128.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan indeks saham di Asia ditutup mixed. Indeks Nikkei (+0.10%) dan TOPIX (+0.33%) ditutup menguat di jepang. Indeks HangSeng (-0.07%) dan Shanghai (-0.12%) ditutup melemah. Pelemahan nilai tukar Yen mendasari penguatan Indeks saham di Jepang disaat mayoritas indeks saham di Asia melemah.

IHSG (-0.94%) ditutup melemah 58.18 poin sejak awal sesi perdagangan dilevel 6109.48 turun dari level tertinggi. Aksi profit taking pasca penguatan yang signifikan pada perdagangan sebelumnya menjadi triger negatif pergerakan IHSG. Indeks pertanian (-2.12%), Aneka Industry (-2.04%) dan Industri dasar (-1.74%) memimpin pelemahan.

Terus turunnya trend permintaan CPO menjadi dalang pesimisme investor pada sektor pertanian dengan saham AALI dan LSIP melemah sekitar 3%. Disaat investor domestik melakukan aksi jual Investor asing justru tercatat net buy 423.35 Miliar rupiah ditengah trend aksi jual investor asing sejak bulan lalu.

Indeks Eurostoxx (-0.27%), FTSE (-0.10%) dan DAX (-0.07%) dibuka terkonsolidasi negatif melihat melemahnya mayoritas indeks di Asia. Data Neraca perdagangan di Eropa rilis defisit dan Indeks Harga Produsen di German melambat dibawah ekspektasi YoY menjadi 2.5% dari 2.7% diperiode sebelumnya. Investor memantau data persediaan harga minyak di AS guna memprospek harga minyak yang telah menguat cukup signifikan.

Pergerakan IHSG secara teknikal terkoreksi wajar setelah menguat secara signfikan pada perdagangan sebelumnya kelevel tertinggi. Pola candlestick membentuk pola key reversal pattern dengan indikasi melakukan pengujian level MA20.

Indikator Stochastic dead-cross pada area overbought dengan momentum RSI yang berpola bearish reversal momentum menguatkan adanya pelemahan lebih lanjut pada perdagangan selanjutnya. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak kembali terkoreksi terbatas dengan rentang pergerakan 6058-6128.

Disclaimer on

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top