RUU Pajak AS jadi Sentimen Penguatan Bursa Asia

Bursa saham Asia Pasifik diperkirakan memulai pekan ini dengan penguatan setelah bursa saham AS ditutup pada rekor tertinggi Jumat pekan lalu menyusul kesepakatan Partai Republik mengenai bentuk pemotongan pajak AS yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Aprianto Cahyo Nugroho | 18 Desember 2017 07:08 WIB
BUrsa Asia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia Pasifik diperkirakan memulai pekan ini dengan penguatan  setelah bursa saham AS ditutup pada rekor tertinggi Jumat pekan lalu menyusul kesepakatan Partai Republik mengenai bentuk pemotongan pajak AS yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kontrak berjangka di Jepang dan Hong Kong menguat, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia terpantau menguat 0,57%, setelah Indeks S&P 500, Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi pekan lalu.

Dilansir Bloomberg, Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat berencana melakukan voting terhadap RUU pajak yang akan mengurangi tarif pajak korporat dan perorangan tersebut. Anggota parlemen menargetkan agar RUU tersebut diajukan ke meja Presiden Donald Trump untuk mendapatkan tanda tangan sebelum Natal.

Namun, kemajuan pemotongan pajak memberikan sedikit dorongan untuk dolar AS dan imbal hasil obligasi AS, dengan greenback bergerak flat di perdagangan awal setelah hari ini setelah melemah pekan lalu. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun berakhir di bawah 2,4% pekan lalu.

Sementara itu, bitcoin diperdagangkan pada sekitar US$19.000 setelah CME Group Inc., memulai perdagangan berjangka aset mata uang digital ini, memungkinkan bitcoin mendapat akses ke investor utama.

Tag : bursa asia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top