AKSI EMITEN 15 DESEMBER: Saham Konstruksi Masih Prospektif, Beleid Penjatahan Saham Terbit Awal 2018

Berita tentang mengenai prospek emiten sektor konstruksi dan infrastruktur pada 2018 serta aturan batas penjatahan saham yang akan terbit awal tahun depan menjadi sorotan beberapa media nasional hari ini, Jumat (15/12/2017).
Aprianto Cahyo Nugroho | 15 Desember 2017 08:42 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang mengenai prospek emiten sektor konstruksi dan infrastruktur pada 2018 serta aturan batas penjatahan saham yang akan terbit awal tahun depan menjadi sorotan beberapa media nasional hari ini, Jumat (15/12/2017).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Saham Konstruksi Masih Prospektif. Sejumlah katalis positif memoles prospek saham emiten sektor konstruksi dan infrastruktur pada 2018. Gilang Aninditor Dhirobroto, Research Analyst MNC Sekuritas, mengatakan katalis investasi sektor konstruksi pada tahun depan berasal dari peningkatan kontrak baru perusahaan konstruksi BUMN secara kumulatif. (Bisnis Indonesia)

Beleid Penjatahan Saham Terbit Awal 2018. Otoritas pasar modal menargetkan aturan tentang batas penjatahan saham antara investor ritel dan institusi dalam gelaran penawaran umum perdana saham dapat dituntaskan pada kuartal pertama 2018. (Bisnis Indonesia)

Emiten Tekstil Genjot Ekspansi. Prospek pertumbuhan industri tekstil dan garmen pada 2018 mendorong sejumlah emiten di sektor ini bersiap menggulirkan investasi baru, baik secara organik maupun anorganik. (Bisnis Indonesia)

PTBA & TINS Siapkan Capex Rp9,15 Triliun. Korporasi tambang PT Bukit Asam Tbk. dan PT Timah Tbk. menganggarkan belanja modal masing-masing senilai Rp6,5 triliun dan Rp2,65 triliun pada 2018. (Bisnis Indonesia)

Aturan Penjatahan Saham IPO Akan Berlaku Kuartal I-2018. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengatur porsi penjatahan saham dalam initial public offering (IPO). Ini merupakan salah satu strategi BEI untuk meningkatkan likuiditas pasar modal. (Kontan)

Emiten Tambang Mengerek Belanja Modal Tahun Depan. Prospek emiten pertambangan pada tahun depan diperkirakan masih menarik. Satu indikasinya adalah alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) emiten tambang yang cenderung lebih besar dibandingkan tahun ini. (Kontan)

Tag : aksi emiten
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top