Pasar Asia Terdampak Ketidakpastian Nasib Reformasi Pajak AS

Pergerakan sejumlah indeks saham di Asia turun pada awal perdagangan hari ini, Jumat (15/12/2017), sedangkan dolar AS bergerak menuju penurunan mingguan pertama bulan ini menyusul pernyataan dovish dari bank sentral AS The Federal Reserve.
Renat Sofie Andriani | 15 Desember 2017 08:40 WIB
BUrsa Asia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan sejumlah indeks saham di Asia turun pada awal perdagangan hari ini, Jumat (15/12/2017), sedangkan dolar AS bergerak menuju penurunan mingguan pertama bulan ini menyusul pernyataan dovish dari bank sentral AS The Federal Reserve.

The Fed pada Rbu (13/12) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya namun tidak mengubah prospek suku bunga untuk tahun berikutnya. Terdapat pula keresahan bahwa rencana reformasi pajak yang diusung Partai Republik akan harus berjuang untuk disetujui pihak Senat AS.

Dilansir Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 Stock Average Jepang masing-masing melemah 0,9% dan 0,8% pada pukul 9.36 pagi waktu Tokyo (pukul 7.36 pagi WIB). Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,8% dan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,2%.

Sementara itu, indikator indeks S&P 500 turun kurang dari 0,1% setelah indeks saham acuan AS tersebut berakhir 0,4% pada perdagangan Kamis (14/4), seiring dengan kekhawatiran investor seputar potensi terhambatnya kemajuan rencana penurunan pajak.

Bloomberg dollar index pagi ini dikabarkan beringsut ke posisi lebih tinggi sekaligus mengikis penurunan untuk pekan ini. Baik bursa AS dan greenback terbebani informasi dari juru bicara Senator Partai Republik Marco Rubio bahwa Rubio akan menentang rancangan undang-undang perpajakan kecuali jika mereka menyetujui kredit pajak anak yang lebih besar.

Di sisi lain, kinerja mata uang euro bertahan turun setelah Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) tetap berhati-hati mengenai prospek pencapaian target inflasi, bahkan saat terus berkomitmen untuk mempertahankan stimulus moneter.

Ketidakpastian seputar nasib reformasi pajak AS terancam merusak penguatan ekuitas tahun ini 2017, saat pengelola keuangan memutar mundur minat untuk mengambil risiko di tengah tanda-tanda bahwa reli saham dapat mencapai akhirnya.

Pacific Investment Management Co. melihat potensi positif pada 2018 seiring dengan pertumbuhan ekonomi global, namun pada saat yang sama juga memperingatkan investor untuk bersiap menghadapi penurunan.

Dari Jepang dilaporkan, tingkat keyakinan di antara manufaktur besar Jepang telah meningkat ke level tertinggi dalam satu dekade saat ekonomi global terus mendukung ekspor dan laba perusahaan.

Sentimen di antara manufaktur besar naik menjadi 25 dari 22 tiga bulan yang lalu, tingkat tertinggi sejak 2006, menurut survei Tankan secara kuartalan yang dirilis oleh Bank of Japan (BOJ) hari ini.

Tag : bursa asia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top