Investor Resah Nasib Rencana Pajak AS, Wall Street Melemah

Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Kamis (14/12), seiring dengan kekhawatiran investor seputar potensi terhambatnya perkembangan rencana pajak yang diusung Partai Republik.
Renat Sofie Andriani | 15 Desember 2017 06:31 WIB
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Kamis (14/12), seiring dengan kekhawatiran investor seputar potensi terhambatnya perkembangan rencana pajak yang diusung Partai Republik.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,31% atau 76,77 poin di level 24.508,66, indeks S&P 500 melemah 0,41% atau 10,84 poin di 2.652,01, dan indeks Nasdaq Composite ditutup turun 0,28% atau 19,27 poin di level 6.856,53.

Meskipun anggota Partai Republik di Kongres telah mencapai kesepakatan mengenai rancangan undang-undang pajak final pada hari Rabu (13/12), Senator Partai Republik Marco Rubio dan Mike Lee pada Kamis mengatakan bahwa mereka tidak akan mendukung RUU tersebut jika tanpa perubahan pada kredit pajak anak.

Seiring dengan kemajuan proses perundang-undangan pemangkasan pajak oleh Partai Republik, hal itu telah kian terlihat menguntungkan perusahaan dan pembayar pajak yang kaya raya.

Tren ini dikatakan memberi kekhawatiran bagi beberapa anggota parlemen. Investor ekuitas pun khawatir bahwa kinerja saham bisa turun jika rencana pajak gagal direalisasikan.

“Katalis terakhir tahun ini adalah reformasi pajak. Pergerakan pasar didasarkan pada pergerakan probabilitas persetujuannya,” ujar Michael Antonelli, managing director institutional sales trading di Robert W. Baird in Milwaukee, merujuk ketidakpastian seputar keinginan Rubio.

Bursa saham AS turun bahkan saat penjualan ritel AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan November, seiring dengan dimulainya musim belanja liburan dimulai, yang menunjukkan kekuatan ekonomi berkelanjutan.

“Kekhawatiran bahwa pemangkasan pajak perusahaan tidak lolos di garis final mungkin menyebabkan pasar melemah, terlepas dari penjualan ritel dan data ekonomi bagus lainnya,” kata Kim Forrest, analis riset ekuitas senior di Fort Pitt Capital Group, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/12/2017).

Saham kesehatan menjadi penekan terbesar pada S&P 500 dengan penurunan 1,1%. Menurut beberapa manajer portfolio, investor mengambil untung dari penguatan baru-baru ini pada sektor tersebut.

Tag : wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top