Harga Batu Bara Tergelincir Usai Reli Lima Hari Berturut-turut

Reli harga batu bara berakhir pada perdagangan Rabu (13/12/2017), seiring dengan pelemahan harga minyak mentah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  07:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Reli harga batu bara berakhir pada perdagangan Rabu (13/12/2017), seiring dengan pelemahan harga minyak mentah.

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup merosot 1,05% atau 1 poin di US$94,55/metrik ton.

Harga batu bara kontrak Januari 2018 tergelincir ke zona merah setelah membukukan reli selama lima hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (12/12), batu hitam bahkan berakhir menguat 0,79% atau 0,75 poin di posisi 95,55, level tertinggi sepanjang masa kontrak.

Sementara itu, harga minyak mentah berakhir melemah di hari kedua berturut-turut pada perdagangan Rabu saat kemerosotan stok minyak mentah AS diimbangi oleh kenaikan persediaan bensin yang lebih besar dari perkiraan.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Januari 2018 ditutup melemah 0,95% atau 0,54 poin di level US$56,60 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak patokan Brent untuk kontrak Februari 2018 ditutup merosot 1,42% atau 0,90 poin di level US$62,44 per barel di ICE Futures Exchange yang berbasis di London.

Dilansir Reuters, data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS pekan lalu turun 5,1 juta barel, melebihi perkiraan, sementara produksi mencapai rekor tertinggi sebesar 9,78 juta barel per hari (bph).

Di sisi lain, jumlah cadangan bensin AS melonjak 5,7 juta barel, lebih dari dua kali lipat dibanding ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan hanya 2,5 juta barel.

"Ini semacam sentimen campuran di seluruh pasar, penurunan minyak mentah yang sedikit lebih besar dari perkiraan namun permintaan bensin (juga) turun sedikit. Biasanya di akhir tahun ini permintaan sedikit lebih banyak," kata Tariq Zahir dari Tyche Capital Advisors, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/12/2017).

Sementara itu, minyak Brent melemah juga karena gelombang aksi ambil untung setelah penutupan yang tidak direncanakan dari jaringan pipa Forties North Sea awal pekan ini membantu mendorong minyak patokan global tersebut di atas US$65 untuk pertama kalinya sejak pertengahan 2015.

Walaupun penutupan jaringan pipa tersebut telah mendorong penguatan harga minyak, keuntungan awal di pasar global cepat berkurang karena pasar global cenderung masih kelebihan pasokan dan output AS masih meningkat.

"Fakta bahwa pasar terdampak profit taking setelah penutupan pipa di Forties menunjukkan bahwa pasar masih berjuang menuju tren penguatan harga. Sekarang, pada dasarnya kita berada di level yang sama satu bulan lalu," kata Olivier Jakob dari konsultan Petromatrix.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

13 Desember

94,55

(-1,05%)

12 Desember

95,55

(+0,79%)

11 Desember

94,80

(+1,50%)

8 Desember

93,40

(+1,14%)

7 Desember

92,35

(+0,27%)

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup