Pasar Tunggu Putusan Rapat The Fed, IHSG Sukses Menguat Hari Kedua

Indeks harga saham gabungan (IHSG) sukses melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (13/12/2017), di tengah penguatan mayoritas bursa saham di Asia.
Renat Sofie Andriani | 13 Desember 2017 17:52 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan IHSG, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/12). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) sukses melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (13/12/2017), di tengah penguatan mayoritas bursa saham di Asia.

IHSG ditutup menguat 0,37% atau 22,23 poin di level 6.054,60. Pagi tadi, IHSG dibuka turun 0,08% atau 4,93 poin di level 6.027,44, setelah pada perdagangan Selasa (12/12) berakhir rebound 0,10% atau 5,74 poin di level 6.032,37.

Dibuka di zona merah, IHSG terpantau bergerak fluktuatif cenderung melemah hingga awal sesi II perdagangan. Namun menjelang tutup dagang, IHSG berhasil berbalik ke zona hijau dan terus menguat.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.020,11 – 6.054,60.

Dari 565 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 185 saham menguat, 145 saham melemah, dan 235 saham stagnan.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor industri dasar dan perdagangan yang masing-masing menguat 2,35% dan 1,42%. Sektor finansial juga turut berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,10%.

Sebagian besar investor masih memiliki minat untuk aset berisiko dibandingkan dengan safe haven

Adapun tiga sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin sektor aneka industri yang melemah 1,29%.

Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis-27 mampu melanjutkan penguatannya dengan ditutup naik 0,24% atau 1,34 poin di posisi 549,62, meski dibuka di zona merah.

Bersama IHSG, mayoritas bursa saham lainnya di Asia Tenggara juga menguat dengan indeks SE Thailand (+0,16%), indeks PSEi Filipina (+0,31%), dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,47%). Adapun indeks FTSE Straits Time Singapura turun tipis 0,07%.

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup melemah 0,23% dan 0,47%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berakhir menguat 0,79%.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing berakhir menguat 0,68% dan 0,85%, Indeks Hang Seng Hong Kong bahkan ditutup menanjak 1,49%.

Mayoritas bursa saham Asia menguat, didorong saham perusahaan perbankan dan kesehatan, menjelang rilis keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Federal Reserve. Indeks MSCI Asia Pacific pun naik 0,3% ke level 170,38 pada pukul 4.15 sore waktu Hong Kong.

“Sebagian besar investor masih memiliki minat untuk aset berisiko dibandingkan dengan safe haven karena mereka tidak mengharapkan suku bunga akan naik dalam arah yang tajam tahun depan,“ kata Steven Ko, fund manager di Rizal Commercial Banking Corp.

“Di tengah kondisi kenaikan suku bunga, marjin bunga bank diperkirakan akan berekspansi,” tambahnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini pada pertemuan kebijakan yang berakhir Rabu (13/12) waktu setempat. Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Investor selanjutnya akan mencermati proyeksi bank sentral tersebut mengenai kenaikan suku bunga di masa depan dan pandangannya terhadap kesehatan ekonomi.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBNI

+3,41

UNTR

+3,44

CPIN

+7,99

TLKM

+0,72

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBCA

-1,53

ASII

-1,22

HMSP

-0,46

TOWR

-2,51

 Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top