Demokrat Rebut Kursi Senat Alabama, Bursa Jepang Terbebani Apresiasi Yen

Pergerakan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (13/12/2017), terbebani apresiasi nilai tukar mata uang yen terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani | 13 Desember 2017 14:17 WIB
Bursa Jepang. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (13/12/2017), terbebani apresiasi nilai tukar mata uang yen terhadap dolar AS.

Indeks Topix hari ini dibuka dengan kenaikan 0,14% atau 2,47 poin di level 1.817,55 dan ditutup melemah 0,23% atau 4,24 poin di level 1.810,84. Pada perdagangan Selasa (12/12), Topix berakhir naik 0,10% di posisi 1.815,08.

Dari 2.031 saham pada indeks Topix, 782 saham di antaranya menguat, 1.158 saham melemah, dan 91 saham stagnan.

Saham Shin-Etsu Chemical Co. Ltd. (-3,57%) dan SMC Corp./Japan (-4,21%) menjadi penekan utama terhadap pelemahan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Adapun indeks Nikkei 225 hari ini berakhir melemah 0,47% atau 108,10 poin di level 22.758,07, setelah dibuka dengan kenaikan 0,06% atau 13,10 poin di posisi 22.879,27.

Sebanyak 78 saham menguat, 139 saham melemah, dan 8 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham Tokyo Electron Ltd. yang drop 2,83% menjadi penekan utama terhadap pergerakan Nikkei hari ini, diikuti Shin-Etsu Chemical Co. Ltd. (-3,57%) dan FANUC Corp. (-1,25%).

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau lanjut menguat 0,18% atau 0,20 poin ke posisi 113,34 per dolar AS pada pukul 13.40 WIB, setelah pada Selasa (12/12) berakhir terapresiasi tipis 0,03% di posisi 113,54.

Dilansir Bloomberg, indeks Topix tergelincir dari penguatannya setelah kandidat Partai Demokrat Doug Jones memenangkan perebutan kursi Senat di wilayah Alabama melawan kandidat Partai Republik Roy Moore.

Kemenangan kandidat Partai Demokrat tak ayal menjadi pukulan bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sekaligus membuat Partai Republik kehilangan mayoritas di Senat dengan perbandingan menjadi sebesar 51-49.

“Melihat pemberitaan media terkait persaingan di Alabama, yen pun menguat sehingga memicu tekanan penjualan terhadap saham Jepang. Kemenangan Demokrat berarti lebih banyak ketidakpastian seputar reformasi pajak AS,” ujar Toshio Sumitani, pakar strategi di Tokai Tokyo Research Institute Co., seperti dikutip dari Bloomberg.

Tag : bursa jepang
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top