2018, Dwi Guna Laksana (DWGL) Targetkan Produksi Batu Bara 6 Juta Ton

Emiten perdagangan batu bara dan jasa pelabuhan, PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) memproyeksikan produksi batu bara akan mencapai 6 juta ton pada tahun depan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 13 Desember 2017  |  18:10 WIB
2018, Dwi Guna Laksana (DWGL) Targetkan Produksi Batu Bara 6 Juta Ton
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 23/4). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perdagangan batu bara dan jasa pelabuhan, PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) memproyeksikan produksi batu bara akan mencapai 6 juta ton pada tahun depan.

Presiden Direktur PT Dwi Guna Laksana Tbk. Zulfian Mirza mengungkapkan, hingga saat ini perseroan telah memasok batu bara untuk kebutuhan PLN, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), sesuai dengan perjanjian jual beli batubara (PJBB) jangka panjang.

Dia mengungkapkan, produksi yang dimiliki akan dijual ke PLN, sebab perseroan memiliki kontrak selama 20 tahun dengan PLN. Adapun, kontrak antara DWGL dengan PLN telah diteken sejak 2008, tetapi PLTU yang menggunakan pasokan batu bara perseroan mulai beroperasi pada 2011.

"Volume tahun ini sekitar 4 juta ton dan diharapkan tahun depan bisa mencapai 5 juta-6 juta  ton," ungkapnyanya di Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Menurutnya, kontrak dengan PLN akan berakhir sekitar 2029-2030. Adapun, perjanjian PLN dengan DWGL bertujuan untuk memasok 7 pembangkit yang ada di beberapa provinsi yakni Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Kalimantan. 

Selain itu, DWGL juga menekan kerja sama tambahan untuk memasok kebutuhan batu bara PLTU di Jawa dan Sulawesi. Perlu diketahui, pada 2012, DWGL terkonsolidasi dengan PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk. (CNKO)

Hingga saat ini, DWGL memiliki tiga unit usaha yang seluruhnya berada di Kalimantan Selatan, yakni tambang batu bara, pelabuhan di Kabupaten Tanah Laut dan pertambangkan di Kabupaten Banjar.

Pada tahun depan, Grup CNKO ini akan mengalokasikan belanja modal untuk modal kerja dan meningkatkan jasa pelabuhan. Dia juga mengharapkan kontribusi dari sektor pelabuhan semakin meningkat pada tahun depan.

Pada 2018, perseroan belum berencana untuk melakukan ekspansi. Menurutnya, perseroan lebih fokus untuk meningkatkan pendapatan, profit dan persediaan batu bara.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan, batu bara

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top