China Terbitkan Aturan Stok, Harga Batu Bara Lanjut Menguat

Penguatan harga batu bara berlanjut pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Kamis (7/12/2017), seiring dengan kabar rencana China untuk menstabilkan harga bahan bakar komoditas tersebut.
Renat Sofie Andriani | 08 Desember 2017 07:54 WIB
Tempat penampungan batu bara. - Bloomberg/Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan harga batu bara berlanjut pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Kamis (7/12/2017), seiring dengan kabar rencana China untuk menstabilkan harga bahan bakar komoditas tersebut.

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,27% atau 0,25 poin di US$92,35/metrik ton.

Pada perdagangan Rabu (6/12), harga batu bara kontrak Januari 2018 mencatatkan rebound dengan ditutup menguat 0,55% atau 0,50 poin di level 92,10.

Dilansir Bloomberg, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China menerbitkan aturan yang mengatur kisaran stok batu bara yang wajar untuk produsen batubara, distributor, dan pengguna.

Menurut pernyataan dalam website resmi NDRC, hal ini dilakukan demi memastikan pasokan yang stabil. Aturan tersebut direncanakan akan berlaku mulai 1 Januari 2018.

Sementara itu, harga minyak mentah rebound pada akhir perdagangan Kamis setelah berlalunya sentimen negatif yang menekan harga.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari 2018 berakhir menguat 1,3% atau 0,73 poin di level US$56,69 per barel di New York Mercantile Exchange. Adapun patokan global Brent untuk pengiriman Februari ditutup menguat 0,98 poin di level US$62,20 pada bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

“Dengan tidak adanya berita negatif, bias bagi spekulan adalah mencoba dan terus membangun posisi panjang mereka,” ungkap Rob Haworth dari US Bank Wealth Management, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (8/12/2017).

Minyak berada di jalur untuk penguatan tahunan yang kedua kalinya setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain termasuk Rusia setuju untuk memperpanjang kesepakatan pemangkasan pasokan hingga akhir tahun depan.

Sementara itu, Arab Saudi akan tetap "proaktif" mengenai pengelolaan pasokan minyak mentah global jika minyak mentah Brent turun di bawah US$60 per barel, kata Amrita Sen, kepala analis pasar minyak Energy Aspects.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

7 Desember

92,35

(+0,27%)

6 Desember

92,10

(+0,55%)

5 Desember

91,60

(-0,38%)

4 Desember

91,95

(+1,60%)

1 Desember

90,50

(+0,22%)

 

 

  

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top