KURS RUPIAH 8 DESEMBER: Spot Ditutup Menguat 4 Poin di Rp13.550

Berikut adalah pergerakan rupiah sepanjang hari ini yang disajikan secara live di Bisnis.com
Aprianto Cahyo Nugroho & Renat Sofie Andriani | 08 Desember 2017 16:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA —Berikut adalah pergerakan rupiah sepanjang hari ini yang disajikan secara live di Bisnis.com

Pergerakan nilai tukar rupiah melemah pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Kamis (7/12/2017), sejalan dengan depresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.

Rupiah ditutup melemah 0,06% atau 8 poin di Rp13.554 per dolar AS, setelah dibuka dengan pelemahan 0,01% atau 1 poin di posisi 13.547.

Adapun pada perdagangan Rabu (6/12), rupiah berakhir melemah 0,20% atau 27 poin di posisi 13.546. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif cenderung melemah di kisaran Rp13.541 – Rp13.557 per dolar AS.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang Asia terdepresiasi dengan yen Jepang memimpin pelemahan sebesar 0,31%, berdasarkan data Bloomberg. Pelemahan yen diikuti ringgit Malaysia dan rupee India yang masing-masing melemah 0,27% dan 0,08%.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau bergerak di zona hijau dengan kenaikan 0,08% atau 0,076 poin ke 93,686 pada pukul 16.47 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun 0,03% atau 0,029 poin di level 93,581, setelah pada Rabu (6/12) berakhir menguat 0,25% di posisi 93,610.

Pergerakan indeks dolar AS sempat terdampak pernyataan Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Langkah Trump tersebut dinilai membahayakan upaya perdamaian di Timur Tengah sekaligus mengecewakan banyak pihak, termasuk sekutu Washington.

Namun penurunan dolar dibatasi optimisme terhadap perkembangan proses perundang-undangan pajak AS oleh para pembuat kebijakan.

Kubu Republik di Senat AS sepakat untuk berdiskusi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS terkait hal ini di tengah tanda-tanda bahwa perbedaan pendapat di antara kedua belah pihak dapat dijembatani.

“Dampak aksi menjauhi aset berisiko yang melemahkan dolar akibat perkembangan di Timur Tengah terlihat terbatas,” ujar Yukio Ishizuki, senior currency strategist di Daiwa Securities, seperti dikutip dari Reuters.

“Kita masih melihat sejumlah pelaku pasar menjual dolar mereka, tapi dolar diposisikan untuk menyerap tekanan penjualan, banyak juga yang siap melakukan pembelian dari penurunan,” tambahnya.

16:08 WIB

Pk 15.59 WIB: Spot Ditutup Menguat 4 Poin di Rp13.550

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.550 per dolar AS.

15:47 WIB

Pukul 15.41 WIB: Spot Rupiah Melemah 1 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.555 per dolar AS menjelang akhir perdagangan.

14:13 WIB

Pk 14.06 WIB: Spot Rupiah Stagnan

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau tigak bergerak dari level Rp13.553 per dolar AS.

11:37 WIB

Pukul 11.02 WIB: Spot Melemah 3 Poin ke 13.557

Nilai tukar rupiah masih melemah 3 poin atau 0,02% ke Rp13.557 per dolar AS seiring dengan pergerakan IHSG pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (8/12/2017).

11:09 WIB

Pukul 11.02 WIB: Spot Kembali Melemah 3 Poin ke 13.557

Nilai tukar rupiah kembali melemah 3 poin atau 0,02% ke Rp13.557 per dolar AS seiring dengan pergerakan IHSG menjelang akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (8/12/2017).

10:06 WIB

Pukul 10.01 WIB: Spot Berbalik Menguat 1 Poin ke 13.553

Nilai tukar rupiah berbalik menguat 1 poin atau 0,01% ke Rp13.553 per dolar AS seiring dengan pergerakan IHSG pada perdagangan pagi ini, Jumat (8/12/2017).

09:04 WIB

Pukul 08.50 WIB: Spot Melemah 3 Poin ke 13.557

Nilai tukar rupiah melemah 3 poin atau 0,02% ke Rp13.557 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (8/12/2017).

08:05 WIB

Pukul 08.00 WIB: Spot Dibuka Melemah 3 Poin di 13.557

Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka melemah 3 poin atau 0,02% di Rp13.557 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (8/12/2017).

Tag : Rupiah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top