ICON Targetkan Laba 2017 Tetap Positif

Meksipun kinerja hingga kuartal ketiga tahun ini masih membukukan kerugian, PT Island Concept Indonesia Tbk. optistis pada akhir tahun ini dapat membukukan kinerja laba positif.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 08 Desember 2017  |  21:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Meksipun kinerja hingga kuartal ketiga tahun ini masih membukukan kerugian, PT Island Concept Indonesia Tbk. optistis pada akhir tahun ini dapat membukukan kinerja laba positif.

Dodi Prawira Amtar, Direktur Utama Island Concept Indonesia, mengatakan bahwa kinerja perseroan sepanjang tahun ini memang tidak begitu menggembirakan akibat kondisi ekonomi dan bisnis di sektor migas yang belum begitu bergairah.

Emiten dengan kode saham ICON ini memiliki dua anak usaha. Pertama, PT Patra Supplies and Services (PSS) yang bergerak di bidang katering penyediaan makanan bagi karyawan di perusahaan-perusahaan minyak dan gas serta batubara. Kedua, PT Bhumi Lestari Makmur (BLM) yang bergerak di bidang jasa real estate.

Lesunya bisnis di sektor minyak, gas serta batubara selama ini menyebabkan kontrak perseroan makin terbatas. Di sisi lain, kontrak-kontrak perseroan yang umumya berjangka waktu tiga tahun tidak mengalami penyesuain meskipun inflasi di sektor makanan 4% lebih tinggi dibandingkan inflasi rata-rata nasional, atau sekitar 8%.

Perseroan juga menanggung beban peningkatan upah minimum regional sehingga menekan margin semakin tipis. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi masih relatif terbatas dan harga komoditas global juga tumbuh terbatas.

Kinerja bisnis properti pun kurang menggembirakan seiring kinerja perekonomian yang secara umum terbatas. Di bidang properti, perseroan melakukan usaha penjualan vila dan kondotel, serta operasi vila yang berbasis di Bali.

Per September 2017, pendapatan usaha perseroan mencapai Rp70,69 miliar, turun 37,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp112,33 miliar. Sementara itu, laba komprehensif tahun berjalan tercatat minus Rp3,86 miliar, berbalik dari untung Rp3,33 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

“Turunnya laba konsolidasi tahun berjalan ini terutama disebabkan oleh penurunan di sektor properti yang minus 94,8% dan katering minus 11,3%,” ungkapnya dalam acara paparan publik, Jumat (8/12/2017).

Triyono, Direktur Independen ICON, mengatakan bahwa meskipun laporan keuangan periode 9 bulan kurang menggembirakan, perseroan meyakini di kuartal keempat kinerja perseoran membaik. Perseroan mengestimasikan pendapatan di akhir tahun ini Rp168,4 miliar, sementara laba komprehensif Rp2,08 miliar.

Meskipun tidak sampai rugi, tetapi kinerjanya masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, pendapatan perseroan tercatat Rp181,2 miliar, sementara laba komprehensif Rp4,47 miliar.

“Memang meningkatnya signifikan di akhir tahun ini, tetapi kami informasikan bahwa pendapatan terbesar kami dari Patra, sekarang baru Rp44 milliar, kami targetkan sekitar Rp60-an miliar sampai akhir tahun ini,” ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga menargetkan bisa sudah membukukan hasil penjualan dari BLM yang selama ini belum terbukukan karena terkendala aturan PSAK di bidang properti. Per September 2017, penjualan BLM baru terbukukan Rp22,85 miliar, tetapi di akhir tahun ditargetkan menjadi Rp90 miliar-Rp100 miliar.

BLM telah menjual 91 unit villa dari pasokan yang ada 113 unit. Selain itu, condotel terlah terjual 33 dari 132 unit. Kondisi bisnis properti yang relatif lesu menghambat realisasi penjualan perseroan.

Condotel yang belum terjual dioperasikan oleh perseroan di bawah merek Royal Tulip. Royal Tulip menjadi operator condotel perseroan sejak 15 Juni 2017. Tingkat huniannya secara year to date masih rendah, yakni 35%, ditengarai karena faktor erupsi gunung Agung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup