PROFINDO SEKURITAS INDONESIA: Rekomendasi Beli Saham PGAS, ANTM, JPFA, INAF, dan TLKM

Profindo Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks kemungkinan akan bergerak mixed cenderung melemah.
Mia Chitra Dinisari | 08 Desember 2017 08:14 WIB
Karyawan beristirahat di belakang monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/11). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Profindo Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks kemungkinan akan bergerak mixed cenderung melemah.

Analis Dimas Pratama mengatakan IHSG berakhir melemah pada perdagangan kemarin yang tertekan oleh pelemahan delapan sekor terutama sektor agri, mining dan finance. Asing membukukan net sell sebesar Rp 890 miliar di seluruh pasar.

Indeks membentuk bearish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bearish. Indikator stochastic bergerak melemah, begitu juga dengan RSI dan MFI yang bergerak negatif.

"Kami perkirakan indeks kemungkinan akan bergerak mixed cenderung melemah," tulisnya dalam riset.

Saham yang dapat diperhatikan PGAS (buy), ANTM (buy), JPFA (buy), INAF (buy), dan TLKM (buy).

Bursa Amerika ditutup menguat dimana fokus investor masih pada progres reformasi pajak yang optimis akan selesai sebelum akhir tahun. Senat Republik pada Rabu kemarin setuju untuk membahas hal tersebut dengan DPR. Dari sisi ekonomi, klaim tunjangan pengangguran AS menurun menjadi 236k orang lebih rendah dari estimasi 240k. Data ini dirilis menjelang data non farm payroll yang diperkirakan akan bertambah 200k tenaga kerja. Indeks Dow Jones +0.29%, S&P 500 +0.29% dan Nasdaq +0.54%

Bursa Eropa sebagian besar ditutup menguat karena sentimen melemahnya nilai tukar Euro serta teknikal rebound pada saham teknologi dan energi. Rilis data GDP Zona Euro yang tumbuh 2.6% di Kuartal III lebih tinggi dari estimasi 2.5% juga ikut mendorong indeks. Namun indeks FTSE bergerak melemah yang tertekan sektor produsen makanan, auto dan juga rokok. Indeks FTSE 100 -0.37%, DAX +0.36%, CAC 40 +0.18% dan Stoxx 600 +0.02%.

Harga minyak mentah dunia berakhir menguat karena kekhawatiran gangguan produksi akibat ancaman serangan di Nigeria dan juga meningkatnya ketegangan politik Timur Tengah. Salah satu dari dua serikat minyak utama Nigeria pada hari Kamis mengancam akan melakukan pemogokan nasional mulai 18 Desember. Hal itu menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan akibat meningkatnya ketegangan politik Timur Tengah setelah Arab Saudi meminta peninjauan kembali keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengarahkan Departemen Luar Negeri untuk memulai persiapan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem .

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top