Pasar Obligasi Sudah Saatnya Melemah?

Indomitra Sekuritas menilai bahwa pelemahan yang terjadi di pasar obligasi kemarin, Senin (27/11/2017) merupakan hal yang semestinya harus terjadi.
Emanuel B. Caesario | 28 November 2017 10:31 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Indomitra Sekuritas menilai bahwa pelemahan yang terjadi di pasar obligasi kemarin, Senin (27/11/2017) merupakan hal yang semestinya harus terjadi.

Maximilianus Nico Demus, kepala divisi riset Indomitra Sekuritas, mengatakan bahwa total transaksi dan frekuensi perdagangan kemarin meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya di tengah pelemahan yang pada akhirnya terjadi.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi kurang dari 1 tahun, diikuti dengan tenor 20 tahun – 25 tahun dan 7 tahun – 10 tahun. Sisanya merata di semua tenor hingga di atas 25 tahun.

"Pasar obligasi kemarin pada akhirnya melemah setelah sekian lama menanti. Meskipun penurunan obligasi masih dapat dikatakan malu-malu, tetapi teknikal analisis telah mengkonfirmasi pelemahan tersebut, hanya tinggal bagaimana pasar obligasi dapat merelakan pelemahan tersebut," kata Nico dalam riset harian, Selasa (28/11/2017).

Pagi ini, Selasa (28/11/2017), pasar obligasi berpotensi melemah terbatas. Keterbatasan ini datang dari masih masuknya dana asing ke dalam pasar obligasi, sehingga pelemahan ini memiliki rentang yang terbatas.

"Meskipun pelemahan ini seharusnya sudah tidak malu malu lagi untuk turun kebawah," ungkapnya.

Beralih dari sana, Jerome Powell dalam pidatonya, terlihat sangat optimis untuk menaikkan tingkat suku bunga karena neraca mulai menyusut secara bertahap.
Dia juga mendukung penuh pemulihan ekonomi yang sedang terjadi. Fokus utamanya adalah ketenagakerjaan, serta inflasi yang bergerak menuju 2%.

"Kami merekomendasikan jual hari ini dengan volume kecil," tutupnya.

Tag : surat utang negara
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top