Rekomendasi Pasar: Rupiah Minim Katalis, SUN Berpotensi Melemah Lagi, Selasa (28/11/2017)

Pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin, Senin (27/11/2017) kembali mengalami kenaikan seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah di tengah menguatnya dollar Amerika terhadap mata uang global.
Emanuel B. Caesario | 28 November 2017 10:11 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin, Senin (27/11/2017) kembali mengalami kenaikan seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah di tengah menguatnya dollar Amerika terhadap mata uang global.

I Made Adi Saputra, analis obligasi MNC Sekuritas, mengatakan bahwa melemahnya rupiah dalam empat hari terakhir terjadi jelang pejabat BI memberi sinyal bahwa suku bunga akan cenderung tetap bertahan didorong oleh pembuat kebijakan yang mencari stabilitas.

Adapun dollar menguat di tengah membaiknya prospek kebijakan pajak Amerika yang akan disahkan tahun ini.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 4 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) bervariasi berkisar antara 1 - 2 bps dengan perubahan harga hingga sebesar 2 bps.

Secara teknikal, harga SUN dengan tenor pendek masih mengalami tren kenaikan, tetapi untuk tenor panjang terlihat mengalami tren sideways.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga SUN akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan mengalami penurunan di tengah rupiah yang belum ada katalis positif untuk menguat jelang pidato dari The Fed. Adapun harga SUN dengan denominasi dollar Amerika kami perkirakan juga masih akan mengalami penurunan di tengah imbal hasil surat utang global cenderung mengalami kenaikan," ungkap Made dalam riset harian, Selasa (28/11/2017).

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made hari ini untuk ditransaksikan yakni seri FR0069, FR0053, FR0070, FR0071, FR0073, FR0065, FR0068, dan FR0072.

Kemarin, imbal hasil SUN seri acuan kompak meningkat sehingga menekan harga. Berikut pergerakannya:

FR61: yield 6,112% 3,86 bps, harga -15,2 bps
FR59: yield 6,563% 3,40 bps, harga -24,2 bps
FR74: yield 7,077% 2,65 bps, harga -24,7 bps
FR72: yield 7,280% 1,43 bps, harga -15,4 bps

INDO-20: 2,242% 1,36 bps, harga -3,2 bps
INDO-27: 3,615% 1,25 bps, harga -10,0 bps
INDO-37: 4,454% 0,09 bps, harga -1,4 bps
INDO-47: 4,518% 0,20 bps, harga -3,5 bps

Di pasar global, imbal hasil surat utang global bergerak bervariasi.

US Treasury 10Y: 2,333% -0,007 bps
US Treasury 30Y: 2,772% 0 010 bps
Gilt 10Y: 1,260% 0,010 bps
Bund 10Y: 0,339% -0,024 bps

Volume SUN senilai Rp9,55 triliun dari 35 seri, nilai seri acuan sebesar Rp4,10 triliun. Volume Corp Bond senilai Rp1,71 triliun dari 47 seri.

Kemarin, nilai tukar rupiah meningkat 4 pts atau melemah 0,02% setelah bergerak di kisaran Rp13.501 - Rp13.530. Sejumlah mata uang yang menguat kemarin antara lain Peso Philippina (PHP), Yen Jepang (JPY), dan Rupee India (INR). Sementara itu, yang melemah bersama rupiah yakni Won Korea Selatan (KRW) dan Yuan China (CNY).

Tag : surat utang negara
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top