Pasar Obligasi: Pelemahan Mata Uang Regional Jadi Katalis Negatif Harga SUN

Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan Jumat (27/11/2017) pekan lalu bergerak terbatas dengan kecenderungan mengalami penurunan di tengah menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.
Emanuel B. Caesario | 27 November 2017 10:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan Jumat (27/11/2017) pekan lalu bergerak terbatas dengan kecenderungan mengalami penurunan di tengah menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa terbatasnya pergerakan imbal hasil SUN juga didorong oleh volume perdagangan yang kecil menunjukkan pelaku pasar menahan diri di tengah penguatan dollar Amerika.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 4 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-2 tahun) naik berkisar antara 1 - 2 bps dengan harga turun hingga sebesar 1 bps sementara tenor 3-4 tahun turun 1 - 2 bps dengan harga naik hingga sebesar 3 bps.

Adapun secara teknikal, harga SUN pada tenor panjang terlihat mengalami perubahan tren, tetapi pada tenor pendek masih terlihat mengalami tren kenaikan.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga SUN akan bergerak bervariasi di tengah melemahnya mata uang regional terhadap dollar Amerika yang kami perkirakan akan menjadi katalis negatif. Sementara itu harga SUN dengan denominasi dollar terlihat akan bergerak mengalami penurunan didorong oleh imbal hasil surat utang global mengalami kenaikan," ungkapnya dalam riset hariannya, Senin (27/11/2017).

Adapun, sejumlah seri yang direkomendasikan Made yakni seri FR0069, FR0053, FR0071, FR0065, FR0068, dan FR0072.

Berikut pergerakan SUN seri acuan pada Jumat pekan lalu:
FR61: yield 6,076% -2,94 bps, harga 11,6 bps
FR59: yield 6,530% -1,45 bps, harga 10,3 bps
FR74: yield 7,049% 0,21 bps, harga -2,0 bps
FR72: yield 7,267% -0,02 bps, harga 0,2 bps

INDO-20: yield 2,244% 0,25 bps, harga -0,6 bps
INDO-27: yield 3,603% - bps, harga - bps
INDO-37: yield 4,453% - bps, harga - bps
INDO-47: yield 4,516% 0,01 bps, harga -0,1 bps

Berikut pergerakan yield surat utang global:
UST 10Y: 2,340% naik 0,019 bps
UST 30Y: 2,762% naik 0,022 bps
Gilt 10Y: 1,250% naik 0,001 bps
Bund 10Y: 0,362% naik 0,013 bps

Volume SUN pada Jumat pekan lalu senilai Rp7,90 triliun dari 41 seri, nilai seri acuan sebesar Rp821 miliar. Sementara itu, volume Corporate Bond senilai Rp559,05 miliar dari 37 seri.

Rupiah ditutup di level Rp13.504, turun 7 pts atau menguat 0,05% setelah bergerak di kisaran Rp13.492 - Rp13.513. Selain rupiah, penguatan juga terjadi pada Dollar Hongkong (HKD), dan Dollar Taiwan (TWD). Sementara itu, Yuan China (CNY), Rupee India (INR), dan Ringgit Malaysia (MYR) mengalami pelemahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top