Bursa Asia Tertekan Saham Teknologi, IHSG Turun Tipis

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (27/11/2017), di tengah pelemahan bursa Asia.
Renat Sofie Andriani | 27 November 2017 17:41 WIB
Bursa Asia MSCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (27/11/2017), di tengah pelemahan bursa Asia.

IHSG ditutup turun tipis 0,04% atau 2,55 poin di level 6.064,59, setelah dibuka dengan pelemahan 0,12% atau 7,43 poin di level 6.059,71. Adapun pada perdagangan Jumat (24/11), IHSG mampu mencatatkan rebound 0,06% di level 6.067,14.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif cenderung melemah di kisaran 6.035,92 – 6.072,49.

Dari 563 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 151 saham menguat, 214 saham melemah, dan 198 saham stagnan.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor industri dasar (-2,63%) dan pertanian (-0,82%). Adapun tiga sektor lainnya bergerak di zona hijau dipimpin sektor konsumer yang menguat 1,17%.

Sementara itu, pergerakan indeks Bisnis-27 mampu ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,19% atau 1,04 poin di 544,79, kenaikan untuk hari kedua berturut-turut.

Bersama IHSG, mayoritas bursa saham lain di Asia Tenggara juga terpantau memerah dengan indeks SE Thailand (-0,15%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,17%), dan indeks PSEi Filipina (-0,04%). Adapun indeks FTSE Malay KLCI naik 0,15%.

Di kawasan Asia lainnya, pergerakan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang berakhir di zona merah pada akhir perdagangan hari ini, akibat terbebani apresiasi mata uang yen.

Pergerakan indeks Kospi Korea Selatan berakhir turun lebih dari satu persen, sejalan dengan anjloknya saham Samsung Electronics Co. Ltd.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,60% atau 180,13 poin di 29.686,19. Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,94% atau 31,59 poin di level 3.322,23 dan indeks CSI 300 di Shenzhen berakhir melorot 1,32% atau 54,26 poin di level 4.049,95.

Secara keseluruhan, bursa saham Asia tergelincir dari rekor yang dibukukan pada perdagangan Jumat (24/11) setelah Morgan Stanley memangkas rekomendasinya terhadap Samsung Electronics Co. Saham raksasa teknologi asal Korsel tersebut dinilai telah mengalami terlalu banyak kenaikan.

Saham perusahaan teknologi menjadi penekan terbesar terhadap bursa Asia hari ini. Kelompok ini memang mengalami kinerja terbaik tahun ini, serta membantu performa bursa Asia melampaui bursa di Amerika Serikat (AS) dan Eropa dengan kenaikan sekitar 28%.

Di sisi lain, aksi jual yang terjadi pada perdagangan hari ini juga disebabkan ambil untung para investor. “Penurunan pada bursa Asia hari ini dapat juga disebabkan ambil untung,” ujar Jeffrosenberg Tan, kepala strategi investasi di PT Sinarmas Sekuritas, Jakarta, seperti dikutip dari Bloomberg.

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBRI

-1,49

INKP

-14,19

INTP

-4,15

TLKM

-0,46

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+1,69

BBCA

+1,43

UNVR

+1,20

MEGA

+8,52

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top