Pemeringkatan Pefindo: Peringkat Korporasi Lebih Stabil

Jumlah korporasi yang mengalami rating actiong negatif dari Pefindo berupa penurunan peringkat dan penurunan outlook sepanjang tahun ini relatif sangat terbatas, menandakan sebagian besar korporasi berkinerja relatif stabil sepanjang tahun ini.
Emanuel B. Caesario | 27 November 2017 20:55 WIB
Pefindo memiliki Dirut Baru - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA—Jumlah korporasi yang mengalami rating actiong negatif dari Pefindo berupa penurunan peringkat dan penurunan outlook sepanjang tahun ini relatif sangat terbatas, menandakan sebagian besar korporasi berkinerja relatif stabil sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data pengumuman pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) per Oktober 2017, ada beberapa perusahaan yang mengalami penurunan peringkat obligasi umum tahun ini, bahkan hingga dua kali.

Peringkat obligasi umum PT Sumberdaya Sewatama turun drastis dari semula idA/negative menjadi idBB+/credit watch dengan implikasi negatif, lalu menjadi idBB+/stable. Selanjutnya, ada PT Express Transindo Utama Tbk. turun dari idBBB+/negative menjadi idBBB/negative lalu turun lagi dua notch menjadi idBB+/negative.

Peringkat obligasi umum PT PP Properti Tbk. juga dua kali diturunkan Pefindo tahun ini dari idA-/stable menjadi idBBB+/stable lalu menjadi idBBB/stable. Di awal November, Pefindo menyematkan credit watch dengan implikasi negatif pada PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk., meskipun belum menurunkan peringkatnya.

Perusahaan lain yang mengalami satu kali penurunan peringkat yakni PT Indomobil Wahana Trada turun dari idBB+/stable menjad idBB/stable, PT Len Industri (Persero) turun dari idBBB/negative menjadi idBBB-/stable, PTPN II turun dari idA+(cg) menjadi idA(cg), dan PTPN X dari idBBB+/stable menjadi idBBB/stable.

Pefindo juga menyematkan peringkat idD kepada satu perusahaan yang mengindikasikan terjadinya gagal bayar oleh perusahaan atas surat utangnya, yakni pada PT Bima Multi Finance (BMF). Semula, peringkat perusahaan diturunkan dari idBBB/stable menjadi idSD, lalu idD. Manajemen BMF belakangan meminta penghentian tindak pemeringkatan atas perusahaan mereka atau withdrawn.

Sementara itu, penurunan outlook juga terbatas, yakni pada PT AKR Corporindo Tbk. dari idAA-/positive menjadi idAA-/stable, PT Wika Realty dari idBBB+/positive menjadi idBBB+/stable, dan PT Surya Semesta Internusa Tbk. dari idA/stable menjadi idA/negative.

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo, mengatakan bahwa tahun ini rating action negatif berupa penurunan peringkat atau outlook atas korporasi yang diperingkat Pefindo jauh lebih sedikit dibandingkan 2015 dan 2016.

Jumlah penurunan peringkat korporasi tahun ini sejauh ini baru 8 perusahaan. Berdasarkan catatan Bisnis, per September 2016 Pefindo tercatat telah menurunkan peringkat dari 12 korporasi, sementara sepanjang 2015 mencapai 7 perusahaan.

“Artinya, pelemahanya [pertumbuhan ekonomi dan kinerja perusahaan] sudah mulai berkurang dan mudah-mudahan menuju recovery. Rating action negatif yang tahun ini lebih sedikit, mudah-mudahan tahun depan sudah lebih baik,” ungkapnya pada Bisnis pekan lalu.

Tag : pefindo
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top