Kamis 23 November 2017, Minyak Berpotensi Menguat ke Level US$58,20

Harga minyak mentah berpotensi mencapai level resistan US$58,20 per barel seiring dengan data Energy Information Administrationatau EIA yang menunjukkan penurunan cadangan minyak mentah AS.
Eva Rianti | 23 November 2017 10:33 WIB
Sebuah soket pompa yang pernah digunakan untuk membantu mengangkat minyak mentah dari sumur Eagle Ford Shale, Dewitt County, Texas, Amerika Serikat. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah berpotensi mencapai level resistan US$58,20 per barel seiring dengan data Energy Information Administrationatau EIA yang menunjukkan penurunan cadangan minyak mentah AS.

Tercatat, pada perdagangan Kamis (23/11) pukul pukul 09.40 WIB harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2018 turun 0,12% poin atau 0,21% menjadi US$57,90 per barel di New York Merchantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak Brent untuk pengiriman Januari 2018 melemah tipis 0,16 poin atau 0,25% menuju US$63,16 per barel di ICE Futures yang berbasis di London.

Valbury Asia Futures dalam publikasi risetnya hari ini mengatakan bahwa harga minyak bisa mengalami koreksi pada setiap harinya, namun Relative Strength Index (RSI) menunjukkan potensi naik.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam riset lainnya mengatakan bahwa harga minyak berpotensi melanjutkan kenaikan pada hari ini (23/11) pasca-EIA menunjukkan penurunan cadangan minyak mentah AS.

Berdasarkan data EIA yang dirilis Rabu (22/11), persediaan minyak mentah AS turun 1,86 juta barel pekan lalu. Harga sempat turun tipis setelah laporan tersebut, karena penurunan terjadi lebih kecil dari data American Petroleum Institute yang mencatat penurunan 6,36 juta barel.

Menurutnya, sentimen positif lainnya untuk harga minyak juga datang dari laporan terganggunya suplai dari Kanada ke AS serta melemahnya dolar AS.

“Harga minyak bisa menguat hingga level US$58,50 per barel pada hari ini, Harga minyak berada di atas level US$57,80 mensinyalkan potensi untuk bergerak ke level resistan terdekat terlihat di area US$58,20,” katanya.

Terpantau,posisi tembus ke atas dari level US$58,20 outlook bullish ke level US$58,50 atau bahkan ke level resistan kuat US$59,00.

Sementara itu, untuk sisi bawahnya, area US$57,80 per barel menjadi level support terdekat. Menembus ke bawah dari zona tersebut dapat memicu penurunan lebih lanjut untuk menuju ke level US$57,50 sebelum mengincar support kuat di US$57,00.

Berikut analisis teknikalnya (US$ per barel)

Level resistan: US$58,20; US$58,50; US$59,00

Level support: US$57,80; US$57,50; US$57,00

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top