Kurs Tengah Bank Indonesia Terapresiasi, Mata Uang di Asia Variatif

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (23/11/2017) di Rp13.503 per dolar AS, terapresiasi 20 poin atau 0,14% dari posisi Rp13.523 pada Rabu (22/11).
Renat Sofie Andriani | 23 November 2017 11:19 WIB
Petugas mengangkut tumpukan uang kertas pada bagian pelayanan perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/6). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (23/11/2017) di Rp13.503 per dolar AS, terapresiasi 20 poin atau 0,14% dari posisi Rp13.523 pada Rabu (22/11).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.571 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.435 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp136.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia terpantau bergerak variatif terhadap dolar AS. Penguatan tertajam terhadap dolar AS dialami renminbi China sebesar 0,26%, disusul rupee India dengan 0,12%.

Nilai tukar rupiah ikut menguat 0,07% atau 9 poin ke level Rp13.514 per dolar AS pada pukul 11.01 WIB. Di sisi lain, pelemahan terdalam di antaranya dialami dolar Taiwan dan yen Jepang yang masing-masing terdepresiasi 0,10% dan 0,09%.

Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau turun 0,02% atau 0,016 poin ke level 93,204 pada pukul 10.51 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,04% atau 0,041 poin di level 93,261, setelah pada Rabu (22/11) ditutup melemah 0,78% di posisi 93,220.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

23 November

13.503

22 November

13.523

21 November

13.544

20 November

13.529

17 November

13.517

 

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top