Kurs Tengah Bank Indonesia Menguat, Dolar AS Tertekan di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (22/11/2017) di Rp13.523 per dolar AS, terapresiasi 21 poin atau 0,15% dari posisi Rp13.544 pada Selasa (21/11).
Renat Sofie Andriani | 22 November 2017 11:29 WIB
Petugas mengangkut tumpukan uang kertas pada bagian pelayanan perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/6). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (22/11/2017) di Rp13.523 per dolar AS, terapresiasi 21 poin atau 0,15% dari posisi Rp13.544 pada Selasa (21/11).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.591 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.455 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp136.

Sementara itu, pergerakan hampir seluruh mata uang di Asia terpantau menguat terhadap dolar AS.

Penguatan tertajam terhadap dolar AS dialami dolar Taiwan sebesar 0,52%, disusul won Korea Selatan dengan 0,47% dan ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,43%.

Nilai tukar rupiah ikut menguat 0,07% atau 9 poin ke level Rp13.519 per dolar AS pada pukul 11.20 WIB. Satu-satunya mata uang di Asia yang melemah adalah dolar Hong Kong meski depresiasi hanya sebesar 0,01%.

Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau lanjut turun 0,05% atau 0,043 poin ke level 93,909 pada pukul 11.10 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan pelemahan 0,05% atau 0,046 poin di level 93,906, setelah pada Selasa (21/11) ditutup melemah 0,14% di posisi 93,952.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

22 November

13.523

21 November

13.544

20 November

13.529

17 November

13.517

16 November

13.538

 

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top