REKOMENDASI PASAR: Rupiah Menguat, SUN Terangkat

Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan hari Selasa, 21 November 2017 ditutup dengan kecenderungan mengalami penurunan di tengah terbatasnya pergerakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder.
Emanuel B. Caesario | 22 November 2017 10:35 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan hari Selasa, 21 November 2017 ditutup dengan kecenderungan mengalami penurunan di tengah terbatasnya pergerakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa imbal hasil surat utang regional yang cenderung mengalami penurunan menjadi katalis positif untuk SUN pada perdagangan kemarin didukung oleh mata uang regional yang mayoritas mengalami penguatan di tengah dollar Amerika serta euro yang mengalami pelemahan didorong ketidakpastian politik di Jerman.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 3 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) turun berkisar antara 2 - 3 bps dengan harga naik hingga sebesar 6 bps.

Adapun secara teknikal, harga SUN pada tenor panjang terlihat mengalami tren sideways, namun pada tenor pendek masih terlihat mengalami tren kenaikan.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga SUN akan bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan didukung oleh nilai tukar rupiah yang berpotensi akan mengalami penguatan di tengah ketidakpastian politik di Jerman serta pelemahan dolar Amerika," ungkapnya dalam riset harian, Rabu (22/11/2017).

"Adapun, SUN dengan denominasi dolar Amerika juga kami perkirakan akan mengalami penguatan harga di tengah surat utang global yang mengalami penurunan imbal hasil pada perdagangan kemarin," lanjutnya.

Sejumlah seri yang direkomendasikan yakni seri FR0069, FR0053, FR0071, FR0068, dan FR0072.

Berikut pergerakan imbal hasil dan harga SUN seri acuan kemarin:

FR61: yield 6.182% 0.43 bps, harga -1.7 bps
FR59: yield 6.589% -0.37 bps, harga 2.6 bps
FR74: yield 7.068% -0.25 bps, harga 2.3 bps
FR72: yield 7.285% 0.12 bps, harga -1.3 bps

Berikut imbal hasil surat utang global:
UST 10Y: 2.358% -0.010 bps
UST 30Y: 2.760% -0.022 bps
Gilt 10Y: 1.273% -0.023 bps
Bund 10Y: 0.343% -0.020 bps

Kemarin, SUN diperdagangkan dengan volume senilai Rp7,83 triliun dari 47 seri, nilai seri acuan sebesar Rp2,66 triliun. Sementara itu obligasi korporasi diperdagangkan dengan volume senilai Rp1,43 triliun dari 45 seri.

Kemarin, nilai tukar rupiah ditutup tidak berubah di level 13529 setelah bergerak di kisaran 13524 - 13550. Sejumlah mata uang yang mengalami penguatan kemarin antara lain Won Korea Selatan (KRW), Rupee India (INR), dan Ringgit Malaysia (MYR). Sementara itu, Dollar Hongkong (HKD) mengalami pelemahan.

Pemerintah meraup dana senilai Rp5,95 triliun dari lelang penjualan Sukuk Negara seri SPN-S 08052018 (reopening), PBS011 (reopening), PBS012 (reopening), PBS013 (reopening), dan PBS014 (reopening) pada Selasa, 21 November 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top