Ikuti Bursa AS, Indeks MSCI Asia Pacific Tembus Rekor Tertinggi

Pergerakan bursa saham Asia menguat menuju level penutupan tertingginya sepanjang masa, menyusul rekor all-time high yang dibukukan bursa saham Amerika Serikat (AS) seiring dengan prospek laba dan reformasi pajak yang memacu optimisme para investor.
Renat Sofie Andriani | 22 November 2017 10:25 WIB
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Asia menguat menuju level penutupan tertingginya sepanjang masa, menyusul rekor all-time high yang dibukukan bursa saham Amerika Serikat (AS) seiring dengan prospek laba dan reformasi pajak yang memacu optimisme para investor.

Indeks Topix Jepang naik 0,6% pada pukul 10.45 pagi waktu Tokyo (pukul 08.45 WIB), sedangkan indeks Nikkei 225 menguat 0,8%. Pada saat yang sama, indeks Kospi Korea Selatan dan indeks S&P/ASX 200 Australia masing-masing naik 0,4%.

Adapun indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 0,9% dan indeks Shanghai Composite naik 0,5%. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,7% dan indeks MSCI Emerging Market memperpanjang relinya.

Indeks Hang Seng Hong Kong menembus level 30.000 sekaligus naik ke level tertingginya dalam satu dekade, sedangkan indeks MSCI Asia Pacific naik menembus level puncaknya yang dicatatkan pada 2007, ditopang penguatan bursa saham mulai dari Tokyo hingga Sydney.

Pada akhir perdagangan Selasa (21/11), bursa saham AS melonjak dengan ketiga indeks utama mencatat rekor tertinggi, yang didorong penguatan sektor teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 160,5 poin atau 0,69% di level 23.590,83, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 menguat 16,89 poin atau 0,65% di 2.599,03 dan Nasdaq Composite berakhir naik 71,76 poin atau 1,06% di 6.862,48.

Goldman Sachs Group Inc. mengangkat proyeksinya untuk penguatan bursa saham AS pada 2018, dengan menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat berikut reformasi pajak akan meningkatkan laba korporasi.

Masa libur Thanksgiving pada Kamis pekan ini pun memberi alasan bagi para pedagang untuk mengambil jeda. Ekuitas bergerak menuju akhir tahun di kisaran level tertingginya seiring dengan optimisme investor tentang pertumbuhan global dan laporan laba perusahaan.

“Gambaran laporan laba terlihat dominan dan tentunya telah dan terus menggerakkan pasar,” ujar Bob Doll, chief equity strategist di Nuveen Asset Management, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (22/11/2017).

Pasar selanjutnya akan mencermati risalah rapat European Central Bank bulan Oktober yang dirilis pada Kamis serta risalah rapat kebijakan The Fed yang dirilis pada Rabu pekan ini,

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa asia

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top