OSO SECURITIES: Waktunya Jual Saham Bervolume Besar

Oso Securities memproyeksikan IHSG sudah membentuk swing high indikasi sinyal sell dengan volume meningkat.
Mia Chitra Dinisari | 22 November 2017 06:23 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/11). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA- Oso Securities memproyeksikan IHSG sudah membentuk swing high indikasi sinyal sell dengan volume meningkat. 

RSI bergerak ke area oversold, Stochastic 
berpeluang deadcross dan MACD histogram bergerak negatif. IHSG Kami perkirakan menuju target penurunan ke level 
support classic 5,984.

"IHSG di perkirakan bergerak di kisaran 5,990-6,052," tulisnya dalam riset.

Berikut saham memiliki peluang kenaikan yaitu : ADHI, ASRI, BJTM, DILD, INCO, KLBF, PWON, TLKM, TOTL dan WIKA.

IHSG ditutup melemah ditengah penguatan yang terjadi pada mayoritas indeks di bursa Asia. IHSG turun 0.35% ke level
6,031.86. Delapan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona merah, dimana sektor pertambangan dan aneka industri
terkoreksi 1.20% dan 1.04%.

Penurunan IHSG merupakan koreksi wajar mengingat selama sepekan ini IHSG sudah naik 0.73%. Selain itu minimnya
sentimen positif dari dalam negeri menjadi penahan kenaikan indeks hari ini (21/11). Beberapa saham yang menjadi
penggerak indeks diantaranya BBRI, ASII, GGRM, TPIA, dan UNTR.

Dari Bursa Asia, indeks Hangseng dan ST-Times memimpin penguatan, dimana masing-masing naik 1.91% dan 1.08%.
Kenaikan yang terjadi pada indeks Hangseng inline terhadap rilisnya data inflasi Hongkong bulan Oktober sebesar 1.5% (YoY)atau lebih rendah dari ekspektasi 1.6% (YoY).

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top