Pan Brothers Jaga Pertumbuhan Dua Digit

PT Pan Brothers Tbk. masih menjaga pertumbuhan bisnis akhir tahun di level dua digit.
Annisa Sulistyo Rini | 19 November 2017 18:41 WIB
Pabrik Pan Brothers - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--PT Pan Brothers Tbk. masih menjaga pertumbuhan bisnis akhir tahun di level dua digit.

Iswar Deni, Corporate Secretary Pan Brothers, mengatakan permintaan ekspor garmen hingga menjelang akhir tahun ini tidak mengalami masalah dan tetap on track sesuai proyeksi perseroan.

"Target pertumbuhan penjualan kami 10% hingga 15% pada akhir tahun," katanya kepada Bisnis.com, Minggu (19/11/2017).

Emiten dengan kode saham PBRX ini merupakan perusahaan tekstil berorientasi ekspor, di mana 95% hingga 97% produknya dikirim ke luar negeri. Produk Pan Brothers sebagian besar dikirim ke negara-negara Asia dengan porsi sebesar 56%, diikuti negara-negara Amerika sebesar 26% dan sisanya ke negara-negara Eropa.

Lebih jauh, Iswar berharap pemerintah dapat memperbanyak perjanjian dagang dengan negara lain untuk meningkatkan kinerja ekspor produk tekstil dalam negeri.

"Sebanyak-banyaknya bikin bilateral agreement soal tarif, syukur bisa jadi member FTA dengan semua," katanya.

Saat ini ekspor TPT Indonesia dinilai masih kecil dibandingkan negara lain. Pada tahun lalu ekspor TPT industri nasional sebesar 1,8% dari pasar TPT dunia dan ditargetkan menjadi pemasok 5% kebutuhan TPT dunia pada 2030.

Dengan free trade agreement, Iswar berpendapat ekspor ke negara lain akan lebih mudah dan harga produk Indonesia bisa bersaing karena saat ini bea masuk ke negara-negara lain itu bisa berkisar dari 8% hingga 30%.

Pada tahun ini, perseroan akan menambah 2 pabrik anak usahanya, PT Eco Smart Garment Indonesia, dengan tambahan kapasitas sebesar 21 juta pieces per tahun, sehingga total kapasitasnya menjadi 48 juta pieces per tahun. Pabrik ini direncanakan mulai berproduksi komersil pada tahun depan.

Sedangkan pada 2018, Pan Brothers berencana menambah kapasitas dengan pembangunan 1 pabrik baru di bawah bendera PT Teodore Pan Garmindo yang berlokasi di Tasikmalaya dan ditargetkan selesai pada akhir 2018. Pabrik ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 6 juta potong garmen per tahun.

“Kapasitas terpasang untuk garmen kami di akhir 2017 akan naik dari 90 pieces juta per tahun menjadi 111 juta pieces per tahun. Tahun depan naik lagi menjadi 117 juta potong garmen per tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat selama periode Januari-Oktober 2017 ekspor pakaian jadi senilai US$3,42 miliar atau naik 7,18% secara tahunan dari US$3,19 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pan brothers

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top