DPR AS Setujui Rencana Perombakan Pajak, Wall Street Sumringah

Tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berhasil berakhir menguat bersama dolar pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS menyetujui versi rancangan undang-undang perombakan pajak yang diusung Partai Republik.
Renat Sofie Andriani | 17 November 2017 06:03 WIB
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berhasil berakhir menguat bersama dolar pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS menyetujui versi rancangan undang-undang perombakan pajak yang diusung Partai Republik.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 0,8% atau 187,08 poin di level 23.458,36. Adapun indeks S&P 500 menguat 0,82% atau 21,02 poin di 2.585,64 dan indeks Nasdaq Composite ditutup menanjak 1,3% atau 87,08 poin di level 6.793,29.

Baik indeks Dow Jones dan S&P 500 membukukan penguatan persentase terbesarnya dalam lebih dari dua bulan.

Dilansir Reuters, DPR AS menyetujui paket pemangkasan pajak yang mempengaruhi perusahaan, individu dan keluarga. Rencana tersebut di antaranya mencakup penuruna tarif pajak perusahaan menjadi 20% dari 35%.

Hal ini membawa perkembangan satu langkah penting lebih maju bagi Partai Republik maupun Presiden Donald Trump terhadap kebijakan perombakan pajak yang diusungnya.

Perdebatan tentang permasalahan ini kemudian bergeser ke Senat, di mana suara mayoritas Partai Republik jauh lebih ramping. Partai Republik tidak bisa kehilangan lebih dari dua suara di Senat. Setidaknya dua senator partai Republik telah berbicara menentang versi Senat atas undang-undang tersebut.

“Rencana pajak itu masih tidak pasti, tapi setidaknya telah melewati rintangan di DPR,” kata Brian Battle, direktur perdagangan di Performance Trust Capital Partners, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/11/2017).

“Hambatan yang lebih tinggi lagi adalah bagaimana caranya disetujui di Senat. Rekonsiliasi akan menjadi tindakan nyata jika terjadi,” lanjutnya.

Penguatan saham Wal-Mart dan Cisco yang didorong oleh laporan terkait laba turut mendorong bursa saham AS, sedangkan indeks MSCI menguat setelah melemah lima hari berturut-turut sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar, yang menyentuh 93,813 pada perdagangan Rabu (15/11), level terendahnya sejak 20 Oktober, juga mendapatkan dukungan dari pemulihan pada minat investor terhadap aset berisiko di seluruh pasar finansial.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top