Pasar Asia Bergerak Lebih Meyakinkan Pagi Ini

Penurunan performa bursa Asia dari level tertingginya yang dipicu kekhawatiran tentang penguatan berlebihan, dikabarkan mereda pada awal perdagangan hari ini, Kamis (16/11/2017).
Renat Sofie Andriani | 16 November 2017 08:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Penurunan performa bursa Asia dari level tertingginya yang dipicu kekhawatiran tentang penguatan berlebihan, dikabarkan mereda pada awal perdagangan hari ini, Kamis (16/11/2017).

Indeks Topix Jepang bergerak fluktuatif pada pukul 9.11 pagi waktu Tokyo (pukul 7.11 WIB), sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4% dan indeks S&P/ASX Australia cenderung flat.

Adapun indikator indeks S&P 500 dikabarkan berbalik arah setelah berakhir melemah sekitar 0,6% pada perdagangan Rabu (15/11).

Dilansir Bloomberg, indeks Topix berfluktuasi setelah indeks saham acuan Jepang tersebut mencatat penurunan terbesar sejak Maret pada akhir perdagangan Rabu.

Indeks S&P 500 mampu mengikis pelemahannya seiring dengan reli saham perbankan. Meski demikian, hal ini masih belum cukup untuk mengatasi penurunan terbesar dalam dua bulan bagi ekuitas AS. Perbedaan antara imbal hasil AS berjangka waktu dua tahun dan 10 tahun menyusut ke level terendah baru untuk tahun 2017.

Hal ini menjadi sesuatu yang berpotensi mengkhawatirkan mengingat bagaimana kurva imbal hasil yang flat kadang-kadang berfungsi sebagai tanda penurunan ekonomi.

Sementara itu, data inflasi AS tidak banyak mengubah prospek bagi bank sentral AS The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut bulan depan. Harga inti dilaporkan meningkat pada bulan Oktober, sedangkan penjualan ritel mengindikasikan permintaan yang kuat menuju musim belanja liburan.

Indeks volatilitas pasar ekuitas telah meningkat sejak rekor tertinggi yang dicapainya pekan lalu saat saham global menuju penurunan lima hari berturut-turut. Pertumbuhan global namun tetap sehat dan proyeksi laporan laba menguat, meski terdapat ketidakpastian seputar rencana reformasi pajak di AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa asia

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top