Saham Energi Tertekan Harga Minyak, Wall Street Melemah

Pergerakan tiga indeks saham acuan di bursa Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), seiring dengan pelemahan saham sektor energi untuk sesi keempat berturut-turut di tengah turunnya harga minyak mentah.
Renat Sofie Andriani | 16 November 2017 06:02 WIB
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham acuan di bursa Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), seiring dengan pelemahan saham sektor energi untuk sesi keempat berturut-turut di tengah turunnya harga minyak mentah.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,59% atau 138,19 poin di level 23.271,28. Adapun indeks S&P 500 melemah 0,55% di 2.564,62 dan indeks Nasdaq Composite ditutup melemah 0,47% atau 31,66 poin di level 6.706,21.

Harga minyak turun untuk sesi keempat berturut-turut setelah data menunjukkan kenaikan yang tidak terduga pada stok minyak mentah dan bensin. Sektor energi pada S&P 500 pun membukukan penurunan empat hari sebesar 4%, periode terlemahnya dalam 14 bulan.

“Minyak turun dari harga tertinggi baru-baru ini dan saat harga minyak mentah melemah begitupun saham energi besar,” kata Peter Jankovskis, kepala investasi di OakBrook Investments LLC., seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/11/2017).

Saham Exxon turun 1,3% menjadi US$81,21 dan saham Schlumberger melemah 2% menjadi US$61,55 setelah menyentuh US$61,11, level terendahnya sejak Januari 2016.

Baik harga minyak AS dan Brent melemah setelah pekan lalu menyentuh level tertingginya dalam hampir dua setengah tahun.

Sementara itu, Wall Street Journal mengabarkan bahwa Senator dari partai Republik AS Ron Johnson mengatakan bahwa dia menentang usulan partainya di Senat.

Di sisi lain, Senator Susan Collins, juga dari partai Republik, memperingatkan bahwa pembayar pajak berpenghasilan menengah dapat memperoleh pengurangan pajak namun dengan premi asuransi kesehatan yang lebih tinggi, jika pencabutan aturan Affordable Care Act berjalan seiringan dengan rancangan undang-undang pajak.

Komentar keduanya menyebabkan arah rencana pajak menjadi semakin tidak pasti karena partai Republik tidak dapat kehilangan lebih dari dua suara.

Indeks CBOE Volatility, yang mengukur keresahan pasar secara luas, mencapai level tertingginya dalam lebih dari 2 bulan di 14,51 dan berakhir naik 1,5 poin pada 13,13.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top