Emiten Kertas SPMA Optimistis Raih Penjualan Rp2,1 Triliun

Emiten kertas PT Suparma Tbk. (SPMA) optimistis meraih pendapatan sebesar Rp2,1 triliun dari penjualan 214.000 ton pada 2017.
Hafiyyan | 16 November 2017 07:10 WIB
Karyawan memantau pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (11/10). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten kertas PT Suparma Tbk. (SPMA) optimistis meraih pendapatan sebesar Rp2,1 triliun dari penjualan 214.000 ton pada 2017.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (15/11/2017), manajemen SPMA menyampaikan target pendapatan sepanjang 2017 mencapai Rp2,1 triliun. Angka itu naik 8,9% year on year (yoy) dari realisasi tahun lalu sejumlah 1,93 triliun.

Untuk memacu pendapatan, perusahaan akan memacu kapasitas produksi menjadi 214.200 ton per tahun, meningkat 4,44% yoy dari 2016 sebesar 205.111 ton per tahun. 

“Dari produksi tersebut, perusahaan akan mencatatkan kuantitas penjualan sebesar 214.000 ton, sehingga penjualan bersih senilai Rp2,1 triliun pada 2017 akan tercapai,” papar manajemen SPMA.

Perbaikan penjualan bersih turut mendongkrak laba kotor perseroan pada tahun ini menjadi Rp316 miliar, dan laba usaha menuju Rp158 miliar. 

Dalam 10 bulan pertama 2017, SPMA meraup penjualan bersih sebesar Rp1,7 triliun, atau 80,9% dari target 2017. Hasil itu didapatkan dari pemasaran kerta sejumlah 176.891 ton, atau 82,7% dari target tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III/2017, SPMA membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,52 triliun, naik 8,47% yoy dari sebelumnya Rp1,41 triliun. Pemasaran domestik sangat mendominasi sebanyak Rp1,4 triliun, sedangkan pasar ekspor hanya sejumlah Rp124,94 miliar.

Peningkatan pemasukan turut ditopang kenaikan harga jual rata-rata menjadi Rp9,61 miliar per ton, naik 3,8% yoy dari per September 2016 senilai Rp9,26 miliar. Selain itu, kapasitas produksi meningkat 2,6% yoy menuju 154.872 ton dari sebelumnya 150.918 ton.

Peningkatan produksi turut mengerek pertumbuhan utilisasi per September 2017 sebesar 5,5% yoy. Tingkat utilisasi meningkat menjadi 95,6% dari sebelumnya 90,6%. 

 Ringkasan Realisasi Q3’17 dan Target 2017 SPMA (Rp miliar)

 

 

Q3’17

Target 2017

Pencapaian (%)

Penjualan bersih

1.525

2.104

72,5

Laba Kotor

225,7

316

71,4

Laba Usaha

117,3

158

74,2

Produksi (ton)

154.872

214.200

72,3

Penjualan (ton)

157.936

214.000

73,8

 

 

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten kertas PT Suparma Tbk. (SPMA) optimistis meraih pendapatan sebesar Rp2,1 triliun dari penjualan 214.000 ton pada 2017.

 

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (15/11/2017), manajemen SPMA menyampaikan target pendapatan sepanjang 2017 mencapai Rp2,1 triliun. Angka itu naik 8,9% year on year (yoy) dari realisasi tahun lalu sejumlah 1,93 triliun.

 

Untuk memacu pendapatan, perusahaan akan memacu kapasitas produksi menjadi 214.200 ton per tahun, meningkat 4,44% yoy dari 2016 sebesar 205.111 ton per tahun.

 

“Dari produksi tersebut, perusahaan akan mencatatkan kuantitas penjualan sebesar 214.000 ton, sehingga penjualan bersih senilai Rp2,1 triliun pada 2017 akan tercapai,” papar manajemen SPMA.

 

Perbaikan penjualan bersih turut mendongkrak laba kotor perseroan pada tahun ini menjadi Rp316 miliar, dan laba usaha menuju Rp158 miliar.

 

Dalam 10 bulan pertama 2017, SPMA meraup penjualan bersih sebesar Rp1,7 triliun, atau 80,9% dari target 2017. Hasil itu didapatkan dari pemasaran kerta sejumlah 176.891 ton, atau 82,7% dari target tahun ini.

 

Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III/2017, SPMA membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,52 triliun, naik 8,47% yoy dari sebelumnya Rp1,41 triliun. Pemasaran domestik sangat mendominasi sebanyak Rp1,4 triliun, sedangkan pasar ekspor hanya sejumlah Rp124,94 miliar.

 

Peningkatan pemasukan turut ditopang kenaikan harga jual rata-rata menjadi Rp9,61 miliar per ton, naik 3,8% yoy dari per September 2016 senilai Rp9,26 miliar. Selain itu, kapasitas produksi meningkat 2,6% yoy menuju 154.872 ton dari sebelumnya 150.918 ton.

 

Peningkatan produksi turut mengerek pertumbuhan utilisasi per September 2017 sebesar 5,5% yoy. Tingkat utilisasi meningkat menjadi 95,6% dari sebelumnya 90,6%.

 

Ringkasan Realisasi Q3’17 dan Target 2017 SPMA (Rp miliar)

 

Q3’17

Target 2017

Pencapaian (%)

Penjualan bersih

1.525

2.104

72,5

Laba Kotor

225,7

316

71,4

Laba Usaha

117,3

158

74,2

Produksi (ton)

154.872

214.200

72,3

Penjualan (ton)

157.936

214.000

73,8

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top