Tertekan Sektor Tambang, IHSG Tinggalkan Lagi Level 6.000

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus tertekan di zona merah pada akhir perdagangan hari keenam berturut-turut, Rabu (15/11/2017).
Renat Sofie Andriani | 15 November 2017 16:59 WIB
Pengunjung beraktivitas di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (20/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus tertekan di zona merah pada akhir perdagangan hari keenam berturut-turut, Rabu (15/11/2017).

IHSG ditutup melemah 0,27% atau 15,98 poin di level 5.972,31, setelah dibuka dengan penguatan 0,23% atau 13,63 poin di level 6.001,92. IHSG telah tertekan selama enam hari perdagangan berturut-turut sejak berakhir melemah 0,18% atau 11,07 poin di level 6.049,38 pada Rabu (8/11).

Pelemahan IHSG hari ini sekaligus harus membawanya kian menjauhi level 6.000, setelah pada Selasa (14/11) berakhir di level 5.988,29, level penutupan pertama dalam sekitar dua pekan yang tak mencapai level 6.000.

Berhasil membukukan rebound dan terus menguat di awal perdagangan, tenaga IHSG terpantau mulai mengendur menjelang akhir sesi I hingga berbalik ke zona merah di akhir perdagangan.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 5.972,31 – 6.012,66. Dari 564 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 129 saham menguat, 194 saham melemah, dan 241 saham stagnan.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor tambang (-1,79%) dan aneka industri (-1,28%). Adapun sektor finansial dan infrastruktur mampu berakhir di zona hijau masing-masing dengan kenaikan 0,25% dan 0,18%.

Dalam risetnya hari ini, tim Oso Securities menuliskan bahwa pelaku pasar mengantisipasi rilisnya data neraca perdagangan bulan Oktober.

Berdasarkan abstraksi neraca perdagangan Indonesia bulan Oktober 2017 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, nilai ekspor Indonesia Oktober 2017 mencapai US$15,09 miliar atau meningkat 3,62% dibanding ekspor September 2017, sedangkan dibanding Oktober 2016 meningkat 18,39%

Adapun nilai impor Indonesia Oktober 2017 mencapai US$14,19 miliar atau naik 11,04 % dibanding September 2017, demikian pula jika dibandingkan Oktober 2016 meningkat 23,33 %

Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis-27 juga ditutup pada perdagangan hari keenam berturut-turut. Indeks Bisnis 27 berakhir melemah 0,29% atau 1,56 poin di 528,24.

Bersama IHSG, pergerakan bursa saham lainnya di Asia Tenggara terpantau memerah dengan indeks SE Thailand (-0,61%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,61%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,85%), dan indeks PSEi Filipina (-1,27%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix Jepang terus membukukan pelemahan pada akhir perdagangan hari kelima berturut-turut, sedangkan indeks Nikkei 225 tertekan untuk hari keenam.

Indeks saham acuan Korea Selatan juga terus tertekan pada akhir perdagangan hari kelima berturut-turut, dengan ditutup melemah 0,33% atau 8,39 poin di level 2.518,25.

Pergerakan indeks Shanghai dan CSI 300 China memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan hari ini, terbebani saham sumber daya di tengah tanda-tanda perlambatan produksi industri saat ekonomi negara tersebut memasuki periode pertumbuhan yang moderat.

Sementara itu, pergerakan indeks saham Hang Seng Hong Kong berakhir turun lebih dari satu persen pada perdagangan hari ini, terseret saham perusahaan sumber daya dan industri, di tengah kekhawatiran seputar pertumbuhan ekonomi China menyusul rilis data ekonomi terbaru yang menunjukkan perlambatan.

“Secara luas, pergerakan ekuitas telah mengalami reli yang hampir tak terhenti selama beberapa bulan terakhir, jadi kita melihat koreksi yang akhirnya terjadi,” ujar Masahiro Ichikawa, pakar strategi senior strategist di Sumitomo Mitsui Asset Management, seperti dikutip dari Reuters.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

ASII

-1,51

BBNI

-2,54

BBRI

-0,95

EMTK

-6,67

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+2,69

TLKM

+1,23

GGRM

+1,32

KPIG

+21,90

 Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top