Tertekan di Hari Kelima, IHSG Terlempar dari Level 6.000

Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut pada akhir perdagangan hari kelima berturut-turut, Selasa (14/11/2017), sekaligus terlempar dari level 6.000.
Renat Sofie Andriani | 14 November 2017 17:00 WIB
Karyawan memantau pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA— Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut pada akhir perdagangan hari kelima berturut-turut, Selasa (14/11/2017), sekaligus terlempar dari level 6.000.

IHSG ditutup melemah 0,55% atau 33,16 poin di level 5.988,29, setelah dibuka turun 0,04% atau 2,35 poin di level 6.019,11.

IHSG telah tertekan selama lima hari perdagangan berturut-turut sejak berakhir melemah 0,18% atau 11,07 poin di level 6.049,38 pada Rabu (8/11). Pelemahan IHSG hari ini sekaligus harus membawanya terlempar dari level 6.000.

Berdasarkan data Bloomberg, level penutupan terakhir yang tidak mencapai level 6.000 adalah pada 30 Oktober, ketika IHSG ditutup turun tipis 0,02% atau 1,20 poin di level 5.974,08.

Sempat memperpanjang pelemahannya saat dibuka, IHSG langsung berbalik ke zona hijau di awal dagang. Namun pergerakannya terpantau fluktuatif menjelang akhir sesi I dan kembali tertekan di zona merah mulai awal sesi II.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 5.988,29 – 6.039,30.

Dari 564 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 126 saham menguat, 212 saham melemah, dan 226 saham stagnan.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor konsumer (-1,01%) dan finansial (-0,86%). Adapun sektor perdagangan mampu berakhir di zona hijau sendiri dengan kenaikan 0,85%.

Menurut tim riset OSO Sekuritas, minimnya sentimen positif dalam negeri berdampak pada pergerakan indeks hari ini.

Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis-27 juga ditutup pada perdagangan hari kelima berturut-turut. Indeks Bisnis 27 berakhir melemah 0,63% atau 3,34 poin di 529,80.

Adapun pergerakan bursa saham lainnya di Asia Tenggara terlihat variatif dengan indeks SE Thailand (+0,80%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,22%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,61%), dan indeks PSEi Filipina (+0,60%).

Secara keseluruhan, pergerakan bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini terdampak oleh serangkaian data yang menunjukkan sedikit perlambatan pada laju perekonomian China bulan lalu.

Dilansir Reuters, data yang dirilis hari ini menunjukkan bahwa tenaga perekonomian China mengendur pada Oktober, setelah angka produksi industri, investasi aset tetap, dan penjualan ritel meleset dari ekspektasi.

Performa ketiga indikator penting ekonomi China tersebut melambat seiring dengan upaya pemerintah memperpanjang tindak keras terhadap risiko utang dan polusi pabrik.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBRI

-2,76

HMSP

-1,22

GGRM

-3,80

BMRI

-1,42

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

EMTK

+9,76

UNTR

+1,98

BUMI

+12,00

PGAS

+3,11

 Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top