AKSI EMITEN 25 OKTOBER: ISAT Rilis Surat Utang Rp3,42 Triliun, Harga Batubara Bikin KKGI Tenang

Berita tentang rencana PT Indosat Tbk. menerbitkan surat utang serta optimisme harga batubara yang mendorong target volume produksi PT Resource Alam Indonesia Tbk. menjadi topik beberapa media nasional hari ini, Rabu (25/10/2017).
Renat Sofie Andriani | 25 Oktober 2017 09:18 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang rencana PT Indosat Tbk. menerbitkan surat utang serta optimisme harga batubara yang mendorong target volume produksi PT Resource Alam Indonesia Tbk. menjadi topik beberapa media nasional hari ini, Rabu (25/10/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

ISAT Rilis Surat Utang Rp3,42 Triliun. PT Indosat Tbk. berencana menerbitkan obligasi senilai Rp2,72 triliun dan sukuk ijarah senilai Rp700 miliar.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode saham ISAT ini akan melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Indosat Tahap II/2017 senilai Rp2,72 triliun dan PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap II/2017 senilai Rp700 miliar. (Bisnis Indonesia)

KKGI Alokasikan US$1,5 Juta. PT Resources Alam Indonesia Tbk. menyiapkan belanja modal sebesar US$1,5 juta untuk mendukung target produksi batu bara sebanyak 3,5 juta ton pada 2018. (Bisnis Indonesia)

DILD Akan Bangun 1.066 Unit. Untuk mewujudkan program pemerintah yakni pembangunan, PT Intiland Development Tbk. melakukan kemitraan dalam membangun perumahan rakyat. (Bisnis Indonesia)

Waskita Precast Naikkan Target Pendapatan dan Laba. PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) merevisi target pendapatan sepanjang tahun ini menjadi Rp7,9 triliun atau naik Rp200 miliar dari target yang sebelumnya Rp7,7 triliun. Sedangkan laba bersih menjadi Rp1,21 triliun atau naik Rp100 miliar dari target yang sebelumnya Rp1,1 triliun. (Investor Daily)

Harga Batubara Bikin KKGI Tenang. Meski tahun 2017 belum tuntas, PT Resource Alam Indonesia Tbk. sudah mencanangkan target produksi tahun depan. Perusahaan yang dulunya bernama PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries ini membidik produksi 3,5 juta ton batubara pada tahun 2018. (Kontan)

Tag : indosat, harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top