Kurs Tengah BI Terdepresiasi, Spot Rupiah Pimpin Penguatan Mata Uang Asia

Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di Rp13.492 per dolar AS, terdepresiasi 0,20% atau 28 poin dari posisi Rp13.464 pada Kamis (28/9).
Renat Sofie Andriani | 29 September 2017 11:29 WIB
Petugas mengangkut tumpukan uang kertas pada bagian pelayanan perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/6). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (29/9/2017), di posisi Rp13.492 per dolar AS.

Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di Rp13.492 per dolar AS, terdepresiasi 0,20% atau 28 poin dari posisi Rp13.464 pada Kamis (28/9).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.559 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.425 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp134.

Sementara itu, pergerakan mayoritas mata uang di Asia terpantau menguat terhadap dolar AS.

Penguatan tertajam terhadap dolar AS dialami rupiah dengan apresiasi 0,4% atau 54 poin ke Rp13.461 per dolar AS pada pukul 11.15 WIB.

Penguatan rupiah diikuti rupee India sebesar 0,3%, won Korea Selatan dengan 0,26%, dan peso Filipina yang terapresiasi 0,25%.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lanjut naik 0,10% atau 0,093 poin ke 93,178 pada pukul 11.06 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,09% atau 0,081 poin di level 93,166, setelah pada perdagangan Kamis berakhir melemah 0,30% di posisi 93,085.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

29 September

13.492

28 September

13.464

27 September

13.384

26 September

13.348

25 September

13.305

 

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Tag : kurs tengah bi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top