Permintaan China Melesu, Harga Batu Bara Turun Lagi

Harga batu bara melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (27/9/2017), akibat menurunnya permintaan di China.
Renat Sofie Andriani | 28 September 2017 07:45 WIB
Tempat penampungan batu bara. - Bloomberg/Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (27/9/2017), akibat menurunnya permintaan di China.

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 0,80% atau 0,70 poin di US$87,30/metrik ton.

Adapun pada perdagangan Selasa (26/9), harga batu bara kontrak Januari 2018 berakhir melorot 1,40% atau 1,25 poin di US$88/metrik ton.

Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan listrik dan produk migas, Energi Danmark, dalam situs resminya melaporkan bahwa pasar fokus pada menurunnya tingkat permintaan dari China.

“Pasar terus memiliki fokus pada China, di mana permintaan terlihat sedikit berkurang. Jika hal ini berlanjut, kita dapat melihat harga (batu bara) turun lebih lanjut selama beberapa pekan mendatang,” jelasnya, seperti dilansir Bloomberg.

Berbanding terbalik dengan batu hitam, harga minyak mentah berakhir menguat pada akhir perdagangan Rabu, setelah permintaan minyak mentah mendorong ekspor AS ke level tertinggi.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November ditutup menguat 0,5% atau 0,26 poin di level US$52,14 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak Brent untuk kontrak pengiriman November ditutup turun 0,54 poin di level US$57,90 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Badan Administrasi Energi (EIA) Amerika Serikat melaporkan bahwa persediaan minyak mentah pada pekan lalu turun, untuk pertama kalinya sejak Badai Harvey menyerang Texas.

Hal ini karena penyuling meningkatkan tingkat pemrosesan dan eksportir mengirimkan satu dari setiap enam barel minyak mentah yang dipompa dari sumur domestik.

“Ada pasar ekspor yang sangat kuat dan tingkat utilisasi kilang yang pulih dari Harvey dengan pesat,” kata Bob Yawger, direktur divisi berjangka Mizuho Securities USA Inc., seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (28/9/2017).

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam

Tanggal

US$/MT

27 September

87,30

(-0,80%)

26 September

88,00

(-1,40%)

25 September

89,25

(+1,54%)

22 September

87,90

(0%)

21 September

87,90

(-2,39%)

 

 

  

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

 

Tag : harga batu bara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top