Reli Dolar AS Tekan Rupiah Ke Level Terendah 10 Bulan

Penguatan indeks dolar As selama empat hari berturut-turut menekan mata uang rupiah ke level terendah 10 bulan terakhir.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 September 2017  |  12:52 WIB
Reli Dolar AS Tekan Rupiah Ke Level Terendah 10 Bulan
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Penguatan indeks dolar As selama empat hari berturut-turut menekan mata uang rupiah ke level terendah 10 bulan terakhir.

Pada perdagangan Kamis (28/9/2017) pukul 12.40 WIB, mata uang rupiah melemah 104 poin atau 0,71% menuju Rp13.549 per dolar AS. Ini merupakan level terendah sejak 1 Desember 2016 di level Rp13.565 per dolar AS.

Penurunan ini menunjukkan mata uang Garuda merosot 4 hari berturut-turut sebesar 1,78%. Adpaun kurs tengah BI hari ini dipatok Rp13.464 per dolar AS.

Asia Trade Point Futures dalam publikasi risetnya hari ini menyampaikan, pertemuan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Partai Republik pada Rabu (27/9/2017) untuk membahas rincian rencana reformasi pajak, mampu memicu penguatan nilai mata uang dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.

Tercatat pada akhir sesi perdagangan semalam indeks USD ditutup dilevel 93,44 atau naik 0,37% dan angka ini mendekati level tertinggi sejak 23 Agustus 2017.

Pada perdagangan Kamis (28/9/2017) pukul 12.30 WIB, indeks dolar AS (DXY) naik 0,206 poin atau 0,22% menuju 93,525. Artinya, berbnading terbalik dengan rupiahn sepanjang pekan ini DXY selalu menghijau.

Dalam rincian reformasi pajak yang diusung Trump, Partai Republik dan Gedung sepakat untuk memangkas pungutan bagi perusahaan dari 35% menjadi 20%, bila dapat membawa pulang dana mereka diluar negeri atau repatriasi.

"Kebijakan ini direspons positif oleh pasar ditengah beragamnya data ekonomi AS yang dirilis malam tadi," papar ATPF.

Tercatat data Core Durable Goods AS turun menjadi 0,2% dari sebelumnya 0,6%, data Pending Home Sales AS pada periode Agustus tersaji turun sebesar 2,6% dari periode sebelumnya 0,8%. Adapun data Durable Goods Order AS naik menjadi 1,7% naik dari sebelumnya yang turun 6,8%.

Selain dari sisi internal, DXY juga ditopang faktor eksternal. Di tempat lain, pidato Gubernur BOC Stephen Poloz, meredakan ekspektasi pasar akan adanya kenaikan suku bunga BOC sekali lagi, sehingga cenderung dovish.

Menurut rekomendasi harian ATPF, dengan harga rupiah yang sudah melampaui Rp13.540 per dolar AS, harga dapat semakin tertekan menuju level Rp13.605 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top