Indeks Dolar ke 93,5, Dipicu Rencana Reformasi Pajak

Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Partai Republik malam tadi untuk membahas rincian rencana reformasi pajak, mampu memicu penguatan nilai mata uang dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.
Hafiyyan | 28 September 2017 13:48 WIB
Dolar AS. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA--Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Partai Republik malam tadi untuk membahas rincian rencana reformasi pajak, mampu memicu penguatan nilai mata uang dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.

Tercatat pada akhir sesi perdagangan semalam indeks USD ditutup dilevel 93,44 atau naik 0,37% dan angka ini mendekati level tertinggi sejak 23 Agustus 2017.

Pada perdagangan Kamis (28/9/2017) pukul 13.46 WIB, indeks dolar AS (DXY) naik 0,162 poin atau 0,17% menuju 93,523. Artinya, sepanjang pekan ini DXY selalu menghijau.

Asia Trade Point Futures dalam publikasi risetnya menyampaikan, dalam rincian reformasi pajak, Partai Republik dan Gedung sepakat untuk memangkas pungutan bagi perusahaan dari 35% menjadi 20%, bila dapat membawa pulang dana mereka diluar negeri atau repatriasi.

"Kebijakan ini direspon positif oleh pasar ditengah beragamnya data ekonomi AS yang dirilis malam tadi," papar ATPF.

Tercatat data Core Durable Goods AS turun menjadi 0,2% dari sebelumnya 0,6%, data Pending Home Sales AS pada periode Agustus tersaji turun sebesar 2,6% dari periode sebelumnya 0,8%. Adapun data Durable Goods Order AS naik menjadi 1,7% naik dari sebelumnya yang turun 6,8%.

Selain dari sisi internal, DXY juga ditopang faktor eksternal. Di tempat lain, pidato Gubernur BOC Stephen Poloz, meredakan ekspektasi pasar akan adanya kenaikan suku bunga BOC sekali lagi, sehingga cenderung dovish.

Tag : dolar as
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top