Jelang Pidato Trump, Harga SUN Berpeluang Turun Lagi

MNC Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari ini, Kamis (28/9/2017) masih cenderung mengalami penurunan jelang pidato presiden Amerika mengenai pemangkasan pajak serta naiknya imbal hasil US Treasury.
Emanuel B. Caesario | 28 September 2017 11:07 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - MNC Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari ini, Kamis (28/9/2017) masih cenderung mengalami penurunan jelang pidato presiden Amerika mengenai pemangkasan pajak serta naiknya imbal hasil US Treasury.

I Made Adi Saputra, analis obligasi MNC Sekuritas, mengatakan bahwa tren ini masih melanjutkan tekanan yang terjadi kemarin.

Imbal hasil atau yield SUN pada perdagangan kemarin, Rabu (27/9/2017) ditutup dengan mengalami kenaikan didorong oleh pelaku pasar yang melakukan aksi ambil untung di tengah kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

Dari segi volume, SUN kemarin diperdagangkan senilai Rp27,18 triliun dari 39 seri, nilai seri acuan sebesar Rp17,42 triliun. Sementara itu, obligasi korporasi diperdagangkan dengan volume senilai Rp1,17 triliun dari 47 seri.

"Rencana Presiden Amerika dalam pemangkasan pajak mendorong nilai tukar rupiah melanjutkan tekanan ke-enam berturut-turut di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik," katanya dalam riset harian, Kamis (28/9/2017).

Adapun, perubahan tingkat imbal hasil kemarin berkisar antara 1 - 13 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1 - 13 bps dengan penurunan harga hingga sebesar 50 bps.

"Secara teknikal, adanya peluang aksi ambil untung oleh pelaku pasar terlihat dari harga SUN yang masih berada di area overbought," katanya.

Seri-seri yang direkomendasikan hari ini antara lain FR0069, FR0053, FR0063, FR0070, FR0071, FR0073, FR0058, FR0065, FR0068, FR0072, dan FR0075.

Tag : surat utang negara
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top