Renuka Coalindo (SQMI) Targetkan Penjualan Batu Bara 1 Juta Ton

PT Renuka Coalindo Tbk. (SQMI) menargetkan bisa menjual hingga 1 juta ton batu bara berkalori rendah pada tahun depan jika izin usaha pertambangan operasi produksi khusus pengangkutan dan penjualan terbit pada tahun ini.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 28 September 2017  |  13:30 WIB
Renuka Coalindo (SQMI) Targetkan Penjualan Batu Bara 1 Juta Ton
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 23/4). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT Renuka Coalindo Tbk. (SQMI) menargetkan bisa menjual hingga 1 juta ton batu bara berkalori rendah pada tahun depan jika izin usaha pertambangan operasi produksi khusus pengangkutan dan penjualan terbit pada tahun ini.

Direktur Utama SQMI Shantanu Lath mengungkapkan saat ini perseroan tengah memproses izin usaha pertambangan operasi produksi khusus (IUP OPK) pengangkutan dan penjualan.

Dia berharap IUP OPK  Pengangkutan dan Penjualan bisa diterbitkan pada kuartal IV/2017 atau sekitar Oktober hingga Desember. Dengan demikian, perseroan bisa segera melakukan aktivitas penjualan batu bara.

“Untuk tahun depan kami targetkan antara 500.000 ton hingga 1 juta ton dari perdagangan batu bara. Namun, saat ini kami masih berfokus untuk menyelesaikan perizinan,” katanya di gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (28/9/2017).

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, SQMI berencana memasok sebanyak 500.000 ton ke grup perusahaan yakni Shree Renuka Sugars Limited. Sisanya, akan dipasarkan untuk sejumlah perusahaan lainnya di India yang bisa menyerap batu bara dengan nilai kalori rendah.

Tak hanya itu, perseroan juga bakal melakukan renegosiasi kesepakatan dengan pemasok batu bara mengingat kontrak dengan produsen hanya berdurasi 2 tahun. Oleh karena itu, kontrak akan dibicarakan kembali agar bisa melakukan penjualan ketika IUP OPK telah dikantongi.

Adapun, Renuka Coalindo telah menandatangani kontrak jangka panjang dengan salah satu produsen batu bara di Kalimantan Selatan untuk memasok kebutuhan SQMI dengan durasi dua tahun. Selain itu, perseroan juga telah membayar uang muka untuk batu bara yang dihasilkan perusahaan di Jambi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top