4 BUMN Akan Terbitkan Komodo Bond

Empat BUMN tengah mempersiapkan diri untuk menerbitkan obligasi global dalam denominasi rupiah, atau yang akan dipopulerkan dengan sebutan Komodo Bonds.
Emanuel B. Caesario | 27 September 2017 12:59 WIB
obligasi

Bisnis.com, JAKARTA - Empat BUMN tengah mempersiapkan diri untuk menerbitkan obligasi global dalam denominasi rupiah, atau yang akan dipopulerkan dengan sebutan Komodo Bonds.

Aloysius Kiik Ro, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kemterian BUMN, mengatakan dari kebutuhan anggaran belanja modal pembangunan infrastruktur nasional untuk memenuhi target RPJMN 2014-2019 senilai Rp1.100 triliun/tahun, rata-rata ketersediaan dana domestik dari seluruh sumber dana yang ada hanya sekitar Rp900 trlliun.

Untuk itu, Indonesia membutuhkan sumber pendanaan tambahan. Apalagi, pasar modal dalam negeri sudah cukup jenuh akibat tingginya penerbitan obligasi korporasi dua tahun terakhir sehingga butuh pasar baru untuk menggalang dana.

Menurutnya, saat ini Kementerian BUMN tengah mempersiapkan sedikitnya 4 BUMN di bidang infrastruktur untuk menjajaki instrumen investasi ini. Sayangnya, dirinya enggan mengungkapkan identitas dari BUMN yang dimaksud, kendati secara tidak langsung dirinya merujuk pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan PT PLN (Persero).

“Ada empat BUMN yang kita lihat sudah bisa. Revenue-nya dalam rupiah, capex jangka panjang. Di tol itu [investasinya] sekitar 5 sampai 20 tahun sehingga kalau pakai bank tidak cocok. Cari di dalam [negeri] susah, ya cari di luar,” katanya, Rabu (27/9/2017).

Meski begitu, dirinya belum dapat memastikan kapan penerbitan pertama instrumen ini akan dilakukan, mengingat prosesnya cukup panjang dan perlu sejumlah penyesuaian kebijakan.

Menurutnya, pasar global besar kemungkinan akan meminati instrumen investasi ini mengingat selama ini mereka sudah cukup mengenal Indonesia. Hal itu terbukti dari kepemilikian investor asing yang tinggi di instrumen Surat Berharga Nagara (SBN) yang hampir 40% dari total emisi.

Berbeda dari instrmen obligasi global dalam denominasi dollar Amerika, instrumen ini memiliki resiko yang rendah terhadap volatilitas mata uang rupiah. Pembelian oleh investor mancanegara tetap akan dilakukan menggunakan dollar Amerika, tetapi dikonversi sesuai perhitungan nilai dalam rupiah.

Artinya, resiko volatilitas mata uang ditanggung oleh investor. Kendati rupiah melemah, emiten akan membayar kupon serta pengembalian pokok sesuai nominal rupiah.

Aloysius menambahkan, pemerintah sudah menyepakati bahwa instrumen obligasi global denominasi rupiah ini akan dinamai dengan Komodo Bonds, tidak lagi Nasi Goreng Bonds seperti yang semula beredar di pemberitaan media sebelumnya.

“Kami dapat arahan Ibu [Menteri BUMN Rini Soemarno] dan Presiden juga setuju. Tadinya kita meniru nama-nama bond sesuai makanan yang popular, seperti digunakan beberapa negara. Tetapi dari Presiden arahkan ke Komodo Bond,” katanya.

Tag : Obligasi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top