Dolar Terangkat Ekspektasi Pidato Yellen, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah ditutup melemah 49 poin atau 0,37% ke level Rp13.374 per dolar AS, setelah dibuka terdepresiasi 17 poin atau 0,13% di Rp13.342.
Aprianto Cahyo Nugroho | 26 September 2017 18:00 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA —nilai tukar rupiah mnelanjutkan reli pelemahan di hari kedua pada perdagangan hari ini, Selasa (26/9/2017) di tengah penguatan indeks dolar AS.

Rupiah ditutup melemah 49 poin atau 0,37% ke level Rp13.374  per dolar AS, setelah dibuka terdepresiasi 17 poin atau 0,13% di Rp13.342.

Adapun pada perdagangan Senin (26/9), rupiah berakhir melemah 0,10% atau 13 poin di posisi 13.325 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.334 – Rp13.395 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah melemah sejalan dengan indeks dolar AS terpantau menguat di tengah penantian investor terhadap pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen hari ini mengenai prospek inflasi dan kebijakan moneter.

Dolar sebelumnya tertekan oleh kembali meningkatnya gejolak konflik AS-Korut setelah Menteri Luar Negeri Korea Utara mengatakan Presiden AS Donald Trump menyatakan perang terhadap negaranya dan Pyongyang berhak untuk melakukan penanggulangan, termasuk menembaki pesawat AS.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau menguat 0,23% atau 0,215 poin ke 92,863 pada pukul 17.07 WIB.

"Dolar cenderung turun karena meningkatnya ketegangan di Korea Utara, tapi apakah Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada bulan Desember karena mereka diproyeksikan masih menentukan (arah dolar)," kata Shin Kadota, analis senior di Barclays, seperti dikutip Reuters..

Janet Yellen dijadwalkan yang berbicara di Cleveland pada pukul 23.45 WIB mengenai inflasi, ketidakpastian, dan kebijakan moneter.

Tag : nilai tukar rupiah
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top