Dolar AS Tahan Terhadap Sentimen Korea Utara

Meningkatnya kembali ketegangan di semenanjung Korea tidak terlalu berdampak pada nilai mata uang dolar AS.
Hafiyyan | 25 September 2017 10:58 WIB
Petugas menghitung pecahan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam
Bisnis.com, JAKARTA--Meningkatnya kembali ketegangan di semenanjung Korea tidak terlalu berdampak pada nilai mata uang dolar AS.
 
Pada perdagangan Senin (25/9/2017) pukul 9.30 WIB, indeks dolar AS naik 0,09 poin atau 0,10% menuju 92,261. Harga masih menurun 9,73% sepanjang tahun berjalan.
 
Asia Trade Point Futures (ATPF) dalam publikasi risetnya hari ini menyampaikan, meningkatnya kembali ketegangan di semenanjung Korea tidak terlalu berdampak pada nilai mata uang USD. 
 
Ketegangan ini dipicu oleh rencana Korea Utara yang akan kembali melakukan ujicoba bom hidrogen di sekitar samudera pasifik. Tercatat hingga akhir perdagangan kemarin indeks USD ditutup dilevel 92.14 atau naik tipis 0.02%. 
 
"Mata uang USD tercatat belum banyak bergerak dari area dagangnya pada sesi perdagangan Jumat lalu," papar tim analis ATPF.
 
Sementara itu, nilai mata uang GBP terpantau terkoreksi pasca pernyataan dari Perdana Menteri Inggris Theresa May yang mengatakan Inggris akan tetap tinggal dipasar Uni Eropa selama dua tahun untuk memperlancar proses Brexit.
 
Hingga akhir perdagangan Jumat lalu, GBP tercatat ditutup melemah sebesar 0,64%. Di tempat lain mata uang EUR tercatat bergulir stabil seiring dengan aksi pelaku pasar yang cenderung mengambil sikap menunggu jelang pemilu Jerman. Tercatat EURUSD ditutup menguat tipis 0,05%. 
Tag : dolar as, mata uang
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top