Ditutup Melemah, IHSG Hentikan Reli Penguatan Enam Hari

IHSG ditutup melemah 0,29% atau 17,10 poin ke level 5.894,61, setelah dibuka turun tipis 0,03% atau 1,55 poin di level 5.910,16.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 September 2017 16:37 WIB
Pengunjung berdiri di dekat monitor pergerakan IHSG, di gedung Bursa efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) menghentikan reli penguatannya setelah ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Senin (25/9/2017).

IHSG ditutup melemah 0,29% atau 17,10 poin ke level 5.894,61 setelah dibuka turun tipis 0,03% atau 1,55 poin di level 5.910,16.

IHSG mematahkan reli penguatan selama enam hari berturut-turut hari ini. Adapun pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (22/9/2017), IHSG ditutup menguat 0,09% atau 5,13 poin di level 5.911,71.

Sejak dibuka di zona merah, pergerakan IHSG terus tertekan, walaupun sempat sesaat menyentuh zona hijau di awal perdagangan sebelum kembali tertekan dan ditutup melemah.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.882,95 – 5.918.09.

IHSG menguat saat mayoritas bursa saham lainnya di Asia Tenggara melemah, di antaranya indeks FTSE Malay KLCI (-0,11%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,13%), dan indeks PSEi Filipina (-0,44%). Adapun indeks SE Thailand menguat 0,40%.

Tim riset Oso Sekuritas mengungkapkan terbatasnya pergerakan IHSG sejalan dengan pelaku pasar juga masih dalam posisi wait and see terhadap keputusan BI atas BI 7 Days RR. Dalam keputusan BI yang dirilis Jumat malam (22/9), suku bunga BI 7 Days RR diturunkan menjadi 4,25%.

Hal tersebut sebagai langkah untuk mendorong perbaikan intermediasi Bank serta pemulihan ekonomi Domestik dan BI melihat bahwa inflasi masih berada dalam target BI di 4 plus minus 1. Selain itu BI juga sudah mempertimbangkan dari kemungkinan The Fed yang memiliki potensi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Di sisi lain, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan pergerakan IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi wajar di tengah dan capital outflow yang masih terus terjadi..

“Pola pergerakan masih terlihat menguji support yang kuat bertahan, pola pergerakan masih terlihat menguji support yang kuat bertahan, potensi arah masih menunjukkan kenaikan yang masih cukup besar peluangnya,” uungkapnya dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (25/9/2017).

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top