Abe Dorong Paket Stimulus, Pasar Asia Mixed Pagi Ini

Sejumlah indeks saham di Asia bergerak mixed pada awal perdagangan hari ini, Senin (25/9/2017), di tengah pelemahan kinerja mata uang yen akibat spekulasi bahwa Perdana Menteri Jepang akan mendorong paket stimulus bersamaan dengan keinginannya untuk pemilihan umum yang digelar lebih cepat.
Renat Sofie Andriani | 25 September 2017 08:25 WIB
Bursa Asia MSCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah indeks saham di Asia bergerak mixed pada awal perdagangan hari ini, Senin (25/9/2017), di tengah pelemahan kinerja mata uang yen akibat spekulasi bahwa Perdana Menteri Jepang akan mendorong paket stimulus bersamaan dengan keinginannya untuk pemilihan umum yang digelar lebih cepat.

Indeks Topix Jepang naik 0,5% pada pukul 9.30 pagi waktu Tokyo (pukul 7.30 WIB). Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,3% dan indeks Kospi Korea Selatan bergerak fluktuatif.

Dilansir Bloomberg, PM Jepang Shinzo Abe dikabarkan akan mengupayakan paket stimulus senilai 2 triliun yen (US$18 miliar) untuk mendukung perekonomian.

Di sisi lain, langkah sejumlah bank sentral dapat memberikan petunjuk lebih jauh kepada pasar pekan ini, saat Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen dan Gubernur European Central Bank (ECB) Mario Draghi dijadwalkan untuk memberi pernyataan.

Nilai tukar euro sedikit melemah terhadap dolar AS setelah Kanselir Angela Merkel memenangkan pemilihan umum di Jerman, dengan fokus pada hasil yang sangat kuat bagi partai sayap kanan.

Pagi ini euro melemah di saat kemenangan Angela Merkel sebagai Kanselir Jerman dirusak oleh hasil yang lebih buruk dari perkiraan, yang dapat menimbulkan perundingan koalisi yang sulit.

Partai Demokrat Sosial (Social Democratic Party/SDP) memutuskan untuk tidak melakukan kesepakatan dengan Partai Persatuan Demokrat Kristen (Christian Democratic Union/CDU) pimpinan Merkel.

Hal ini membuat pembentukan pemerintah akan semakin menantang. Sebaliknya, Merkel harus bernegosiasi dengan Partai Demokrat Bebas (Free Democratic Party) yang pro-bisnis dan Partai Hijau/Aliansi 90 dan dapat memakan waktu berbulan-bulan.

Sementara itu, performa mata uang won Korea Selatan mennguat seiring dengan memudarnya kekhawatiran atas ketegangan seputar isu Korea Utara, meskipun sempat terdengar pertukaran retorika baru dengan AS selama akhir pekan.

Banyak investor telah disarankan untuk mengurangi pembelian aset berisiko dalam portofolio global setelah penguatan harga saham mendorong saham global ke rekornya pekan lalu. “Sebaiknya mengambil keuntungan karena peningkatan nilai membuat lebih sulit untuk menghasilkan penguatan lebih lanjut yang signifikan,” jelas UBS Group AG, seperti dikutip dari Bloomberg.

Dengan isu politik menjadi perhatian, pasar juga akan memantau pengumuman pemilihan umum di  Jepang. PM Abe dikabarkan akan mengadakan pemilihan umum pada 22 Oktober, dalam upayanya memanfaatkan pulihnya jumlah dukungan terhadapnya.

Tag : bursa asia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top