IHSG Catat Reli Hari Keenam Jelang Akhir Pekan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan relinya dengan mencatat kenaikan pada akhir perdagangan hari keenam berturut-turut, Jumat (22/9/2017).
Renat Sofie Andriani | 22 September 2017 18:22 WIB
Karyawan memperhatikan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan relinya dengan mencatat kenaikan pada akhir perdagangan hari keenam berturut-turut, Jumat (22/9/2017).

IHSG ditutup menguat 0,09% atau 5,13 poin di level 5.911,71, setelah dibuka turun tipis 0,02% atau 1,35 poin di level 5.905,22

Adapun pada perdagangan terakhir sebelum libur tahun baru Islam, Rabu (20/9), IHSG ditutup menguat 0,09% atau 5,25 poin di level 5.906,57

Setelah dibuka di zona merah, pergerakan IHSG terpantau terkoreksi hingga akhir sesi I perdagangan. Namun tenaga IHSG kembali terdorong pada awal sesi II dan mempertahankan pergerakan positifnya hingga akhir perdagangan.  

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.883,57 – 5.928,79.

IHSG menguat saat mayoritas bursa saham lainnya di Asia Tenggara melemah, di antaranya indeks FTSE Malay KLCI (-0,14%), indeks SE Thailand (-0,65%), dan indeks PSEi Filipina (-0,07%). Adapun indeks FTSE Straits Time Singapura naik 0,15%.

Secara keseluruhan, mayoritas indeks saham di Asia hari ini terdampak kabar pemangkasan peringkat kredit China dan ancaman nuklir Korea Utara yang terbaru.

Keyakinan pasar dilemahkan oleh penurunan peringkat kredit China sebesar satu tingkat menjadi A+ dari AA-. Menurut S&P, periode berkepanjangan pertumbuhan kredit China yang kuat telah meningkatkan risiko ekonomi dan finansial.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah Korut dapat mempertimbangkan sebuah uji coba nuklir dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di Samudra Pasifik.

Dari dalam negeri, tim riset Sinarmas Sekuritas memaparkan pasar saat ini menantikan hasil keputusan Bank Indonesia mengenai kebijakan suku bunga Bank Indonesia 7day (Reverse) Repo Rate yang saat ini berada di level 4,5%. Terdapat potensi bahwa BI akan kembali melakukan pemotongan sebanyak 25 basis poin menjadi 4,25%.

Sementara itu, OJK berencana mencabut batas atas suku bunga deposito untuk kelompok Bank BUKU III dan IV, seiring dengan tren suku bunga deposito yang menurun dimana hal ini akan memberikan dampak positif bagi kelomopok tersebut.

Di sisi lain, William Surya Wijaya, Analis Indosurya Sekuritas menjelaskan pola gerak IHSG di tengah capital outflow menunjukkan berada dalam rentang konsolidasi wajar.

“Capital outflow yang terjadi tidak menggerus perjuangan naik IHSG sejak awal tahun. Tentunya hal ini ditopang oleh perekonomian kita yang stabil,” jelas William dalam risetnya hari ini.

Rilis data perekonomian BI Rate yang dilansir hari ini dan disinyalir belum akan ada perubahan juga turut mewarnai pola gerak IHSG.

 

Tag : IHSG
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top